oleh

GKI Betlehem Kuala Kencana Gelar Rapat Kerja ke-1

TIMIKA – Ditetapkannya Klasis Mimika sebagai pilot project uji public amandemen tata gereja GKI Papua, maka tahun ini sejumlah jemaat tidak menggelar sidang jemaat seperti biasanya. Tapi Rapat Kerja (Raker) salah satunya GKI Betlehem Kuala Kencana.

Pelaksanaan Raker yang berlangsung Sabtu (27/1) di Aula Gereja Betlehem Kuala Kencana itu mengusung tema ‘Datanglah Kerajaan-Mu’ dan subtema ‘Utamakan Allah dalam Persekutuan Keluarga, Jadikanlah Rumah Tempat Mezbah yang Kudus untuk Melayani dan Bersaksi’ yang terambil dari kitab 2 Samuel 6:10-12 dan Mazmur 27:4-5.

Raker yang diikuti oleh majelis jemaat, unsur PAR, PKB, PAM, PW serta Pos Pelayanan Bukit Zaitun tersebut, diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt Onna Bano, dan turut hadir Sekretaris Klasis GKI Mimika, Pdt Alfred Dimara.

Sekretaris Klasis GKI Mimika, Pdt Alfred Dimara mengungkapkan, uji publik pelaksanaan raker dalam rangka amandemen Tata Gereja GKI Papua akan disampaikan dalam Raker ke-3, yang akan diselenggarakan di Ayamaru. Dalam Raker tingkat Sinode nantinya akan diputuskan, apakah tetap menerapkan sisitem sidang atau raker. Meski bersifat uji publik namun ditegaskan Alfred, keputusan Raker tetap bersifat final dan mengikat.

Alfred berharap, lewat pelaksanaan Raker kali ini, GKI Betlehem Kuala Kencana menyusun program sesuai visi pelayanan gereja, yaitu bagaimana merancang program yang bisa merangkul sebanyak mungkin orang percaya, untuk bisa berhimpun dan bersekutu dalam pelayanan gereja.

“Sebab menyampaikan damai sejahtera, kasih Allah bukan sekedar berbicara tapi mempraktekkan dan membuat program dan kegiatan, yang isinya adalah merangkul dan menghimpun sesama manusia,” tuturnya.

Melalui persekutuan inilah lanjut Alfred, yang akan bekerja melayani sesama tanpa membedakan latar belakang dari organisasi mana, tapi setiap manusia harus dilayani. Sebab nilai kemanusiaan harus dijunjung tinggi oleh gereja.

Untuk program interen jemaat, diharapkan lewat Raker dapat merancang dan menyusun program yang betul-betul menyentuh kebutuhan hidup warga jemaat, baik dalam program pekabaran injil serta pembinaan warga jemaat.

GKI Betlehem Kuala Kencana menurut Alfred, merupakan salah satu jemaat yang besar di lingkup Klasis Mimika dan warga jemaatnya, yang notabene memiliki pemahaman yang terbuka dinilai mampu mengimplementasikan pemahaman hidup bergereja.

Tugas gereja melalui klasis dan penempatan pendeta, adalah memberikan motivasi kepada warga jemaat untuk memahami tanggungjawab sebagai orang Kristen.

“Selain pekerjaan adalah karyawan tapi dari sisi imannya harus mereka pahami bukan karena prestasi. Tapi Tuhan merencanakan untuk sebagai karyawan dan berkumpul di tempat ini untuk melayani sesama,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Majelis Jemaat GKI Betlehem Kuala Kencana, Pdt Onna Bano mengungkapkan, sepanjang Tahun 2017 sejumlah program sudah dilaksanakan,  baik yang skala prioritas maupun yang berkala atau jangka panjang. Seperti pembinaan kepada anak-anak lewat unsur PAR, orang tua dan keluarga. Untuk Majelis jemaat, ada satu kegiatan besara yakni ‘Berdiam Diri Dihadapan Tuhan’ dengan menghadirkan dosen STT GKI.

Bersama unsur Persekutuan Wanita pula, GKI Betlehem Kuala Kencana melakukan wisata rohani, sekaligus pelayanan diakonia bagi salah satu jemaat di Klasis Raja Ampat. Tidak hanya itu, jemaat juga memberikan dukungan kepada jemaat mitra yaitu Jemaat Imanuel Kokonao, dalam bentuk sumbangan pendidikan serta kontribusi pelayanan. Hal serupa juga dilakukan bagi jemaat pinggiran seperti GKI Maranata SP 3 dan SP 7.

Onna mengatakan GKI Betlehem Kuala Kencana yang merupakan jemaat industri, dimana warga jemaatnya adalah karyawan serta keluarga yang bekerja dan berada di lingkungan PT Freeport Indonesia, tetap eksis menjalankan tugas pelayanan meskipun berada di tengah situasi perusahaan yang tidak kondusif.

“Harapan saya, pekerjaan ini harus terus berlangsung dalam kondisi apapun, di tengah tantangan sekalipun. Kita percaya bahwa Tuhan Yesus tidak pernah tertidur. Dia mendengar setiap keluh kesah kita, Dia tidak pernah tutup telinga untuk mendengar apa yang menjadi harapan kita ke depan, khususnya warga jemaat. Tetap eksis dan semangat,” tandas Onna Bano.

Sementara itu Ketua Panitia Raker ke-1 GKI Betlehem Kuala Kencana, Edward Mandabajan mengatakan, Raker I ini akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun untuk mengevaluasi program kerja pelayanan, yang ditetapkan pada Sidang Jemaat GKI Betlehem Kuala kencana ke-19 Tahun 2017 lalu. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *