oleh

Pemkab Puncak Bantu Rp 1 Miliar ke Asmat 

AGATS- Kejadian Luar Biasa Campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, menarik simpati dan keprihatinan dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Puncak. Hal ini dibuktikan dimana Pemerintah Kabupaten Puncak pun memberikan perhatian dan dukungan serta bantuan kepada korban.

Bupati Puncak Willem Wandik, SE MSi didampingi beberapa pimpinan OPD mengunjungi Asmat, memberikan bantuan berupa bahan makanan dan dana penanggulangan KLB di Asmat, berjumlah Rp 1 Miliar, yang diterima Bupati Asmat Elisa Kambu, didampingi oleh  Wakil Bupati Thomas Safampo, di Agats, Jumat (26/1) lalu.

Bupati Puncak Willem Wandik, kemudian diantar menggunakan motor listrik ke RSUD Asmat di Agats, berboncengan dengan Bupati Asmat Elisa Kambu. Kemudian mengunjungi dan melihat para pasien yang terkena KLB. Bupati Puncak Willem Wandik, pun sedih ketika melihat anak-anak tersebut.

Bupati Wandik kemudian memberikan penguatan dan dukungan moril agar para orang tua dari anak pasien tersebut, agar bisa kuat menghadapi masalah ini, bahkan sebagai anak gereja, Bupati Puncak pun langsung memimpin doa. Ia mendoakan anak-anak pasien tersebut, sebagai kekuatan bagi orang tua dan anak-anak tersebut.

Rombongan Bupati Puncak selanjutnya diantar ke posko bantuan bagi korban kesehatan di Asmat. Di tempat ini, Bupati kemudian mendapat penjelasan soal kondisi daerah dan bencana yang dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Asmat.

Bupati Puncak Willem Wandik, kepada wartawan menjelaskan kunjungan ke Kabupaten Asmat merupakan dukungan moril bagi pemerintah Asmat, sebagai sesama masyarakat Papua. Apalagi anak-anak Asmat yang terkena KLB gizi buruk dan campak ini, merupakan generasi masa depan Kabupaten Asmat, dan secara umum anak-anak masa depan Papua.

Dengan sedikit gaya humorisnya, Bupati Puncak Willem Wandik, mengatakan secara geografis, posisi Kabupaten Puncak, merupakan kabupaten yang tertinggi di Papua, dan merupakan pemilik sumber mata air di Papua, sehingga air tersebut lah yang mengalir juga sampai ke Asmat. Dengan demikian, tak ada salahnya jika pemerintah dan masyarakat Puncak, juga memberikan dukungan bantuan kepada masyarakat di Kabuparen Asmat, yang menembati daerah hilir.

“Kunjungan kita ke sini yang utama adalah memberikan dukungan moril, artinya kita merupakan sesama orang Papua. Sehingga dari sisi kemanusiaan, pemerintah daerah diberikan semangat, sehingga cepat selesai dan anak-anak ini bisa lekas sembuh dari kejadian ini,”ujarnya.

“Kita berharap kehadiran kita memberikan air yang segar, dukungan baik sehingga bencana ini segera berlalu, kesehatan dibangun, pendidikan, pembangunan, ekonomi, sehingga ke depan daerah ini lebih berkembang lagi dan masyarakat lebih sehat lagi,”tambahnya.

Sementara itu, Bupati Asmat Elisa Kambu, mewakili pemerintah dan masyarakat, menyambut baik dukungan moril  dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan masyarakati Kabupaten Puncak. Karena  sebagai  sesama Papua, bisa hadir di Asmat.

Kehadiran rombongan Bupati Puncak ke Kabupaten Asmat tersebut, merupakan dukungan psikologis kepada pemerintah dan masyarakat Asmat, bahwa mereka tidak sendiri merasakan bencana ini. Namun ada saudara-saudara mereka dari kabupaten lain di Papua, yang ikut merasakan derita yang mereka alami.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Puncak. Secara psikologis kami dikuatkan untuk menghadapi wabah ini. Kita tidak sendiri, ada saudara-saudara kami yang lain di Papua, yang ikut juga merasakan persoalan kesehatan ini. Seperti yang dilakukan hari ini oleh saudara kami dari Kabupaten Puncak, termasuk pemerintah pusat, TNI/Polri dan pihak yang lain,”ungkapnya.

Menurut mantan Sekda Asmat itu, untuk saat ini, pihaknya lebih fokus untuk menangani masalah wabah KLB campak dan gizi buruk di Asmat. Bahkan pihaknya sudah menyisir semua kampung dari 224 kampung di Kabupaten Asmat, kurang lebih 200 yang sudah disisir, agar imunisasi campak dan penanganan gizi buruk, bisa sampai ke masyarakat.

“Saya sudah sampaikan beberapa kali di media yang datang ke Asmat, pemerintah  menargetkan penyakit campak bisa diatasi dalam sebulan ini,”katanya.

Ke depan, Kata Elisa, sistem pelayanan akan dirubah. Dihaknya akan mengintensifkan kunjungan ke distrik, pos-pos kesehatan akan dikuatkan, pelayanan sistem jemput bolah akan diterapkan. Termasuk sosialisasi hidup sehat juga akan intensif disampaikan kepada masyarakat, sehingga mereka bisa merubah pola hidupnya, ke arah hidup yang lebih sehat lagi.

“Dengan berbagai bantuan yang ada, kita targetkan bulan ini, wabah capak dan gizi buruk bisa kita selesaikan,”tambahnya. (Diskominfo Puncak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *