oleh

Bupati Willem Wandik Minta Polda Bentuk Tim Khusus

JAYAPURA – Kasus pembunuhan terhadap Jeri Komogal yang meninggal dunia di depan pagar Gereja GKI Zoar Pasar Lama Sentani, Sabtu (3/2) pukul 20.30 WIT, tidak lain merupakan warga Kabupaten Puncak, bahkan kasus tersebut ternyata ada kaitan dengan kasus perang suku di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, sehingga kasus tersebut mendapat kecaman keras dari Bupati Puncak Willem Wandik, SE MSi.

Bupati Puncak menilai kasus ini merupakan akumulasi dari rentetan kasus demdam perang suku yang terjadi di Kwamki Narama, beberapa waktu lalu, sehingga Willem Wandik, dengan tegas meminta agar aparat Kepolisian Polda Papua, agar segera membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini.

“Saya harapkan Kapolda Papua segera membentuk tim khusus, menangani kasus di Kwamki Narama, Timika, segera tangkap pokok-pokok perang di sana, bawa tahan di Polda Papua, segera proses sesuai dengan hukum yang berlaku, sehingga kasus ini tidak berkembang lagi,” ungkap Bupati.

Sebab kata Bupati, peristiwa perang suku di Kwamki Narama terjadi karena adanya pembiaran, belum ada langkah-langkah untuk segera melakukan penyelesaian kasus ini, padahal akibat dari kasus Kwamki Narama ini, bisa saja merembet dan menganggu sejumlah agenda besar yang akan dilaksanakan di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak, yaitu Pemilukada baik Bupati dan Gubernur.

Kata Bupati, dirinya sendiri sudah beberapa kali turun tangan langsung untuk ikut menfasilitasi perdamaian di Kwamki Narama, namun nampaknya perdamaian tersebut tidak membawa dampak, sehingga mau tidak mau, proses hukum harus segera ditegakkan kepada para pokok-pokok perang di Kwamki Narama.

“Beberapa waktu terakhir ini, terjadi pembunuhan terhadap beberapa warga Kwamki Narama, bahkan saling balas membalas menyebabkan korban jiwa berjatuhan di sana sini, tidak ada rasa aman bagi warga di sana, kok tidak ada langkah dari aparat untuk menyelesaikan persoalan ini, terkesan ada pembiayaran, saya takut kasus ini akan merembes sampai ke Jayapura, bahkan bisa saja sampai ke kota studi yang lain seperti Makassar dan Jawa, berdampak kepada adik-adik kita,” tegasnya.

Lanjut Bupati, dirinya sendiri sudah mengambil alih membantu mengirim korban yang meninggal di sentani, Jeri komogal ke Timika untuk disemayamkan di sana. Sebagai Bupati dirinya juga meminta agar keluarga korban menahan diri, tidak boleh ada aksi balas membalas, biarlah aparat keamanan segera menangkap pelaku dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan kepada aparat keamanan, ia meminta agar segera menangkap pelaku, termasuk dirinya menyarankan agar aparat sudah harus siaga di Kwamki Narama, sehingga tidak lagi ada aksi lanjutan.

“Kepada ade-ade mahasiswa dari Pegunungan Tengah, Suku Damal, Dani, Moni, Nduga, kita harus bersatu, stop dengan perang suku, pembunuhan, tidak membawa dampak yang baik untuk keluarga kita, pembangunan di daerah,” ajaknya.(diskominfo puncak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *