oleh

Debat Capres Diprediksi bakal Normatif

JAKARTA – Adu argumentasi soal hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) akan tersaji pada debat hari ini, Kamis (17/1/2019). Kedua pasangan calon presiden (capres) sudah mengajukan gagasan terhadap isu tersebut. Wartawan INDOPOS Rio Taufiq Adam mewawancarai Dr Herlambang P. Wiratraman, pakar hukum dari Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Doktor lulusan Universitas Leiden, Belanda ini menganalisa dan mengevaluasi gagasan yang disorong kedua paslon Pilpres 2019.

Mengapa isu hukum dan HAM sangat relevan dibahas dalam debat Pilpres ini?

Karena presiden yang nantinya terpilih memiliki kontrak politik kepada masyarakat. Diatur dalam UUD 1945. Sebagai negara hukum masyarakat bisa mengetahui platform apa yang akan digunakan pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam meneggakkan hukum. Karena isu hukum dan HAM ini berkaitan dengan hidup kita sebagai konstitusi.

Mengapa masyarakat wajib menonton debat ini?

Ini agar kita dapat mengetahui argumen apa yang digunakan masing-masing pasangan calon dalam persoalan penegakan hukum dan HAM yang terjadi hari-hari ini, terutama kasus-kasus yang tidak kunjung terungkap. Misalnya, persoalan penyerangan terhadap Novel Baswedan (penyidik senior KPK), serta kasus-kasus lainnya yang terjadi di daerah.

Apa keunggulan visi-misi gagasan pasangan calon nomor 01?

Dalam 11 poin gagasan hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf, ada beberapa poin catatan saya yang menarik yakni, poin 4, 6, 7, 8, dan 9. Lima poin itu menurut saya memiliki nilai lebih. Karena secara eksplisit paslon 01 mampu menunjukkan penegakkan hukum dalam visi dan misinya yang cukup jelas. Selebihnya ada penekanan poin yang menarik seperti perlindungan kaum difabel, juga perempuan dan anak.

Lalu apa kekurangannya?

Sebagai petahana, Jokowi harus bisa mempertahankan argumennya terhadap visi dan misi yang telah dibuat. Karena selama beberapa tahun berkuasa, ada beberapa catatan penegakkan hukum yang belum diselesaikan. Salah satunya terkait upaya pelemahan terhadap KPK. Nah, pasangan calon 01 menurut saya dalam debat harus bisa menjelaskan persoalan itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *