oleh

Didik 30 Anak Terlantar, Panti Rehabilitasi ENY Butuh Dukungan Donatur

TIMIKA – Sejak didirikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial (Dinsos) pada Tahun 2015, para pengurus Panti Rehabilitasi Eme Neme Yauware terus menjalankan tugasnya untuk mendidik anak-anak terlantar. Tercatat, tahun 2019 ini ada sampai 30 anak-anak terlantar yang didominasi oleh anak-anak asli Papua di panti ini. Sudah memiliki sejumlah sarana pendukung, namun puluhan anak-anak yang dibina masih membutuhkan uluran tangan dari para donatur.

Para donatur bisa memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai dan peralatan pendukung olahraga. Selain masyarakat, pihak panti berharap ada keterlibatan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) untuk bersinergi karena anak-anak yang dibina sebagian besar berasal dari Kamoro dan Amungme.

“Anak-anak Kamoro dan Amungme yang saya pelihara di sini, bukan hanya pemerintah saja, tapi dari LPMAK dan masyarakat lain bisa melihat supaya bisa bersinergi juga dengan kami di dalam sini,” ujar Deliana Hana Dahar selaku Pendamping Anak pada Panti Rehabilitasi Eme Neme Yauware saat ditemui Radar Timika di Jalan Poros Mapurujaya, Kamis (17/1).

Dikatakan, selama ini pihak panti yang dikelola oleh Dinas Sosial ini sudah berjalan dengan baik. Sejumlah donatur khususnya masyarakat ada yang sudah memberikan dukungan baik memberikan bantuan Sembako sampai pakaian layak pakai. Namun, untuk lembaga terkait, sebutnya belum pernah memberikan dukungan untuk anak-anak Kamoro dan Amungme maupun suku Papua lainnya di panti ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *