oleh

Willem Wandik Kembali Damaikan Perang Saudara di Beoga Barat

ILAGA – Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik, SE MSi kembali menjadi tokoh yang mampu mendamaikan dua kelompok yang terlibat dalam perang saudara yang terjadi di Kampung Kelmabet, Distrik Beoga Barat, Jumat (1/2) pekan lalu. Dimana perang saudara ini terjadi di salah satu distrik di Kabupaten Puncak pekan kemarin, antara keluarga Kum Nuamang dan suku Numang, yang sempat membuat 13 warga terkena anak panah, serta satu anggota Polsek Beoga mengalami luka terkena anak panah, dengan jumlah total korban yang terkena panah 14 orang, yang semuanya sudah dievakuasi ke Timika untuk selanjutnya mendapatkan perawatan medis.

Persoalan perang saudara tersebut, berawal dari persoalan lokasi pembangunan gereja, dimana kedua pihak saling klaim sebagai pemilik, yang menyebabkan keduanya cekcok mulut dan akhirnya angkat panah sejak Kamis, 31 Januari lalu.

Karena perang tersebut melibatkan banyak pihak, maka Bupati Puncak Willem Wandik, bersama dengan anggota Polres Puncak Jaya yang dikomandani Kapolsek Ilaga, Iptu Menase Sayori, SE, dan Dangki Brimob Polda Kaltim, Iptu Bambang dan anggotanya yang di BKO ke Kabupaten Puncak bergerak menuju lokasi perang.

Namun kedatangan rombongan Bupati masih disambut dengan perang, serta “hujan” anak panah dari kedua belah pihak.

Beruntung anggota Bimob ditambah dengan Koramil Beoga, siaga dengan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, untuk menghalau kedua belah pihak. Dalam kondisi yang terjepit, Bupati Puncak Willem Wandik bersama dengan Wakil Bupati Pelinus Balinal dan sejumIah anggota DPRD asli setempat dan tokoh agama, Kapolsek Ilaga, berlari ke tengah-tengah dan melerai kedua belah pihak, sehingga kedua belah pihak akhirnya menahan diri. Di situ Bupati Willem Wandik memberikan arahan kepada kedua belah pihak yang terlibat perang untuk segera berdamai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *