BAGIKAN
Para anggota dewan saat melakukan rapat dengar pendapat dengan pihak keamanan, KPU dan Bawaslu di ruang rapat Sekwan DPRD, Rabu (13/3).

TIMIKA– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua, menempatkan para komisioner dan anggotanya pada daerah-daerah yang rawan akan konflik, atau pelanggaran tindak pidana Pemilu.

Penempatan ini berdasarkan kejadian pelanggaran Pemilu yang sudah terjadi pada beberapa kabupaten di Papua. Salah satunya adalah di Kabupaten Mimika.

“Fokus kita adalah daerah-daerah yang tingkat kerawanannya tinggi. Kita tempatkan dua orang, baik komisioner maupun staf,” ujar ujar Komisioner Bawaslu Provinsi Papua divisi pengawasan, Niko Tunjanan SS, Rabu (13/3).

Disebutkannya, untuk memaksimalkan pengawasan terhadap daerah-daerah rawan pelanggaran Pemilu di Provinsi Papua, Bawaslu Provinsi Papua akan mem-back-up Bawaslu kabupaten untuk melakukan pengawasan ketat (waskat). Bawaslu Papua akan menempatkan beberapa komisioner bersama tim, untuk melakukan waskat pada daerah yang rawan pelanggaran.