oleh

Dalam 4 Tahun, Kemiskinan di Mimika Turun 5,48 Persen

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika boleh berbangga dengan beberapa capaian kinerja dalam beberapa tahun. Salah satu tolok ukur keberhasilan pemerintah adalah dalam menurunkan angka kemiskinan di Mimika.

Dari pemaparan Kepala Bidang Pengendalian Bappeda Mimika, Lalu Mikson dalam kegiatan sosialisasi, Kamis (14/3) di Kantor Bappeda  yang mengacu pada data Badan Pusat Statistik Papua yang dirilis pada Tahun 2018 lalu memperlihatkan angka kemiskinan turun drastis dalam empat tahun terakhir.

Pada akhir Tahun 2013 lalu angka kemiskinan di Mimika masih berada di angka 20,37 persen. Kemudian hanya dalam setahun tepatnya pada akhir Tahun 2014 turun ke angka 16,22 persen. Trend penurunan terus terjadi hingga pada akhir Tahun 2017 lalu angka kemiskinan di Mimika sudah berada di angka 14,89 persen.

Menurut Mikson jika mengacu pada data penduduk versi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan jumlah penduduk sekitar 307 ribu jiwa maka masih ada sekitar 45 ribu penduduk Mimika yang miskin.

Tapi penurunan angka kesmikinan ini justru berbanding terbalik dengan tingkat pengangguran terbuka yang pada akhir Tahun 2017 meningkat mencapai 7,7 persen. Padahal tiga tahun sebelumnya pada Tahun 2014 pengangguran terbuka hanya 4,5 persen.

Pengangguran terbuka dijelaskan Mikson, adalah pengangguran yang sudah tercatat di Disnaker, sudah berijazah, berusaha melamar pekerjaan tapi belum mendapat pekerjaan. Jadi di Mimika saat ini ada banyak pengangguran.

Capaian lain yang menjadi salah satu indikator kinerja Pemda Mimika adalah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sudah mencapai 72,42 persen atau berada di urutan kedua di Provinsi Papua setelah Kota Jayapura.

Tapi lanjut Mikson, ratio gini atau ketimpangan pendapatan masih sangat tinggi karena masih berada di angka 0,33 persen. Padahal pada Tahun 2016 sempat turun tapi kembali naik. “Tapi ini belum berat, ketimpangan itu terjadi antara kota dengan kampung yang sangat timpang,” tandasnya.

Mikson juga memaparkan capaian indikator kinerja di bidang pendidikan. Terjadi perubahan dimana harapan lama sekolah pada usia 11 tahun. Atau pada SMP masih banyak yang putus sekolah. Namun angka melek huruf di Mimika sudah berada pada angka di atas 85 persen.

Pemerintah mulai dari pusat sampai daerah terus melakukan intervensi lewat program yang mengarah pada peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan berkualitas.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *