oleh

Proses Adat Belah Kayu Di Ilaga Utara, Pertanda Angkat Panah Berakhir

ILAGA – Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak, yang dipimpin langsung oleh Bupati, Willem Wandik, SE MSi kembali memfasilitasi proses tahapan perdamaian secara adat. Upacara adat ini untuk mendamaikan kedua belah pihak yang terlibat dalam pertikaian saudara antara keluarga Mom dan Hagabal, yang terjadi di Distrik Ilaga Utara, yang sudah berlangsung hampir empat bulan dan merenggut sedikitnya 7 nyawa melayang, tepatnya di Kampung Mayuberi dan Kampung Olelki, Distrik Ilaga Utara.

Prosesi adat kali ini, masuk pada prosesi adat belah kayu dan patah panah, yang merupakan salah satu proses adat masyarakat pegunungan tengah, khususnya di Kabupaten Puncak.

Melalui upacara ini, kedua belah pihak secara adat berjanji untuk tidak lagi angkat panah atau berperang, berjanji akan kembali hidup damai. Prosesi adat dilakukan di lokasi atau medan pertikaian antara kedua belah pihak di Distrik Ilaga Utara, Rabu (21/8) kemarin.

Prosesi adat belah kayu dan patah panah ini, merupakan prosesi adat lanjutan, setelah sebelumnya Bupati Puncak telah melakukan pertemuan awal dengan kedua belah pihak yang bertikai, Rabu (7/8) lalu.

Setelah dilakukan tahapan proses perdamaian secara adat belah kayu dan patah panah, dilanjutkan dengan penanda tanganan surat pernyataan di atas meterai, yang isinya kedua belah pihak berjanji untuk berdamai. Jika ada lagi yang sengaja angkat panah di kemudian hari, maka orang tersebut akan diproses secara hukum positif.

Ya, Distrik Ilaga Utara merupakan salah satu distrik di Kabupaten Puncak yang selama ini terkenal dengan sumber air panasnya. Dampak dari pertikaian atau perang saudara tersebut, menyebabkan korban meninggal dunia, anak-anak sekolah dasar di wilayah tersebut tidak bisa beraktifitas, bahkan para istri harus kehilangan suami dan anak. Pertikaian ini sudah berlangsung hampir empat bulan terakhir, terhitung sejak awal Maret lalu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *