oleh

Bupati Puncak Berikan Jaminan Keamanan Bagi Ratusan Mahasiswanya

JAYAPURA – Setelah sebelumnya sudah mengeluarkan imbauan agar mahasiswa asal Puncak tidak boleh takut dan tetap kuliah seperti biasanya, kali ini Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi mengambil langkah cepat untuk menginisiasi kegiatan pemulihan trauma dan rekonsiliasi mental bagi 100 perwakilan mahasiswa asal Kabupaten Puncak kota studi Jayapura, pasca terjadinya kasus rasis di Surabaya dan rentetan peristiwa demo susulan akhir Agustus lalu.

Kegiatan yang dilangsungkan di Hotel Horison Jayapura, Rabu (11/9) kemarin, merupakan kegiatan yang pertama kali untuk memulihkan rasa trauma mahasiswa Papua.

Dalam tatap muka yang berlangsung akrab tersebut, Bupati Puncak Willem Wandik banyak memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya, apa yang mereka alami, dilanjutkan dengan tanya jawab, dimana para mahasiswa menyampaikan isi hati mereka sekaligus mereka meminta agar Bupati Puncak membantu untuk mengeluarkan beberapa rekan mereka yang sementara ini ditahan di Polda Papua.

Begitu juga dengan rekan-rekan mereka di kota study di luar Papua seperti Jawa, Bali, Sulawesi Utara, yang saat ini memilih pulang karena trauma.

Usai kegiatan, kepada wartawan Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan, pertemuan ini dalam rangka trauma healing atau rekonsiliasi mental bagi mahasiswa Puncak, tujuannya agar mereka tidak merasa takut lagi dalam melakukan aktivitas di kota studi masing-masing, sebab saat ini berbagai isu berkembang sana-sini, tentunya memberikan rasa takut bagi para mahasiswa.

“Pemerintah pusat sudah melakukan rekonstruksi secara fisik, akan membangun gedung, rumah yang terbakar, padahal yang saat ini dibutuhkan oleh orang Papua adalah rekonsiliasi mental agar mereka tidak trauma lagi. Untuk itulah, dengan pertemuan seperti ini kami mengambil peran dalam rangka rekonsiliasi mental atau trauma healing bagi mahasiswa khususnya di lokal kami di Kabupaten Puncak, sehingga mereka tidak takut lagi, bebas melakukan aktivitas seperti biasanya, terutama aktivitas kuliahnya,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *