oleh

Tim Investigasi Diturunkan Ke Puncak

Presiden tidak akan mampu mengambil hati rakyat Papua, khususnya masyarakat Puncak, padahal masyarakat Puncak 100 persen sudah mendukung Presiden Jokowi. Tapi nyatanya selama memimpin rakyat Puncak, banyak yang malah kena dampak dari operasi militer.

“Di Papua ini tidak bisa menggunakan cara-cara kekerasan, harus dengan persuasif, sehingga program bisa berjalan dengan baik, terutama jalan trans Papua,” ujarnya.

Senada itu, Sekretaris Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua, Pdt Silas Mom, STh, mewakili gereja dan masyarakat Puncak, meminta kepada Pangdam XVII/Cenderawasih agar pasukan non organik ditarik dari Puncak. Karena sejak mereka melakukan pengejaran terhadap KKB di Kabupaten Puncak, sudah hampir 1 bulan ini sudah hampir 10 orang warga sipil meninggal dunia, jika dihitung kasus di Distrik Gome dan terakhir di Distrik Mabugi.

“Kejadian kemarin itu bukan ada kontak senjata, karena OPM (KKB) sudah lari dan menghilang, tinggal rakyat saja dalam honai. Dan anggota langsung datang tembak membabi buta, sehingga tiga warga kami meninggal dunia. Ini pelanggaran HAM besar, kami tidak akan tinggal diam, kami minta agar pelaku diproses, pasukan segera ditarik,” tegasnya.

Sedangkan perwakilan dari Mabes Polri, Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengharapkan semua pihak menahan diri dan mampu untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Puncak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *