oleh

Pasca Penembakan Di Ilaga, Puncak Kembali Kondusif

ILAGA – Pasca rentetan peristiwa penembakan di Kabupaten Puncak sejak 28 September 2019 lalu, secara keseluruhan Kabupaten Puncak saat ini sudah dinyatakan aman kembali.

Hal ini dibuktikan dengan upacara adat bakar batu, yakni acara khas masyarakat setempat untuk sebuah prosesi perdamaian khususnya ala masyarakat Pegunungan Tengah Papua. Acara makan bersama ini dilakukan antara masyarakat pendatang, masyarakat asli Puncak, TNI-Polri dan kepala suku serta tokoh gereja yang dilakukan di Ilaga, Kabupaten Puncak, Sabtu (5/10) akhir pekan kemarin.

Dari informasi yang diperoleh, kondisi di Kabupaten Puncak sejak 3 Oktober 2019 sudah berangsur-angsur kondusif. Aktifitas ekonomi di Pasar Ilaga sudah mulai kembali. Demikian juga kios-kios sudah buka. Bahkan aktifitas penerbangan di Bandara Aminggaru, Kabupaten Puncak yang awalnya hanya satu dua pesawat saja ke Ilaga dalam sehari, kini sudah mencapai lima hingga 10 pesawat.

Demikian juga dengan angkutan darat seperti ojek-ojek yang sudah beraktifitas seperti biasa.

Kepala Suku Besar Ilaga, Hosea Wonda, mewakili masyarakat asli Puncak, menjamin keamanan bagi masyarakat Nusantara di Ilaga untuk beraktifitas seperti biasa tanpa rasa takut. Ia pun meminta agar mereka yang sudah terlanjur mengungsi keluar, agar kembali ke Ilaga untuk melakukan aktifitas seperti biasanya.

“Masyarakat Nusantara (pendatang, red), PNS, guru, saya minta agar kembali ke Ilaga. Kami jamin keamanan bagi kalian. Kabupaten Puncak rumah kita, mari datang, kita bersama-sama membangun daerah ini,” ajaknya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *