oleh

Atasi Insiden, UPBU Ilaga Timbun Jurang Untuk Perpanjang Runway

TIMIKA – Bandar Udara Aminggaru di Ilaga, Kabupaten Puncak kerap ‘menelan korban’. Tak sedikit pesawat yang mendarat di sana mengalami insiden. Untuk meminimalisir terjadinya insiden, Kementerian Perhubungan bekerjasama Pemda Puncak akan perpanjang runway atau landasan bandara.

Kepala Urusan Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ilaga, Herman Sujito yang ditemui di Kantor UPBU Mozes Kilangin, Senin (28/10) lalu mengatakan panjang runway saat ini 600 meter dan lebar 23 meter. Pelebaran baru dilakukan Tahun 2018 lalu dari semula lebar runway hanya 18 meter kini menjadi 23 meter.

Sesuai master plan, runway akan diperpanjang hingga 1.000 meter. Untuk memenuhi itu maka pihak UPBU harus menimbun jurang yang berada di ujung runway. “Tahun ini kita fokus penyiapan lahan untuk perpanjangan, karena di ujung runway itu ada jurang yang coba kita timbun supaya bisa diperpanjang untuk meningkatkan faktor keselamatan nantinya,” terangnya.

Tahun 2018 lalu selain menyelesaikan pelebaran runway jadi 23 meter, UPBU Ilaga juga sudah memperluas apron yang sekarang ukurannya 60×80 meter sehingga bisa menampung 7 pesawat sekaligus. Tadinya hanya bisa 4 pesawat. Ini juga dalam rangka meningkatkan faktor keselamatan.

Dengan panjang runway 600 meter sekarang ini, maka pesawat yang bisa mendarat baru sebatas twinotter. Kedepan jika sudah sampai 1.000 meter maka pesawat jenis ATR bisa mendarat. Tapi dalam dua tahun kedepan akan menambah sampai 750 meter untuk peningkatan keselamatan karena diakui Herman, selama ini di Ilaga sering terjadi insiden karena terbatasanya runway.

Adanya perpanjangan runway maka jalan menuju bandara akan dirubah. Dari Pemda Puncak kata Herman sudah berkomitmen untuk mendukung dan mengubah jalan masuk. Tadinya dari sisi kiri akan dialihkan ke sebelah kanan runway. “Kalau untuk sisi udara kita dari APBN Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara nanti untuk yang jalan masuknya aksesnya dari Pemda,” terang Herman.

Penerbangan ke Bandara Aminggaru ditambahkan Herman memang cukup padat. Dalam sehari rata-rata ada 50 pergerakan take off – landing dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang. Sebagian besar dari Timika. Ada juga dari Sinak. Dari Nabire seminggu tiga kali subsidi perintis dan dari Wamena seminggu sekali.

Selain mengembangkan Bandara Aminggaru Ilaga, pihaknya juga membangun Bandara Sinak yang sekarang runwaynya memiliki panjang 1.100 meter dan lebar 23 meter. Nantinya akan dibangun apron dan taxi way. Ini sedang diusulkan ke Kemenhub untuk pembangunan berikutnya. Pemda Puncak juga siap membantu terkait pembebasan lahan. Bandara Sinak akan menjadi bandara kedua setelah Ilaga dan menyjadi penyangga dari Timika ke Sinang menyebar ke Mulia.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *