oleh

Mendagri Setujui Mimika Jadi Ibu Kota Papua Tengah

TIMIKA – Usulan pemekaran Provinsi Papua Tengah direspon positif oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Bahkan mantan Kapolri ini menyetujui pemilihan Kabupaten Mimika menjadi ibu kota provinsi yang akan membawahi 10 kabupaten termasuk Mimika.

Saat menjemput Presiden Joko Widodo ketika berkunjung di Jayapura, Senin (28/10) lalu, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH menyampaikan secara langsung usulan pemekaran. Mengingat waktu yang terbatas, Bupati Omaleng menyampaikan itu kepada Presiden Jokowi. “Sambil pegang tangan karena tidak ada waktu bertemu lama, kita tidak singgung lain. Langsung tanya, Bapak Papua Tengah,” kata Bupati Omaleng kepada Radar Timika di Grand Mozza Hotel, Rabu (30/10).

Presiden Jokowi dikatakan Bupati Omaleng langsung memberi jawaban meski belum meng-iya-kan. Presiden menyampaikan bahwa ketika moratorium dibuka maka semua pasti menuntut. Setidaknya ada 183 usulan pemekaran salah satunya Papua Tengah.

Apalagi belakangan ada banyak usulan pemekaran dari Papua. Terakhir usulan pemekaran Provinsi Pegunungan Tengah Papua yang menggabungkan dua wilayah adat yaitu La Pago dan Mee Pago. Tapi ini ditolak oleh Bupati Mimika bersama beberapa Bupati lainnya.

Belum puas berbincang dengan Presiden, Bupati Omaleng kembali membahas itu dengan Mendagri, Tito Karnavian. Ia menyampaikan bahwa para Bupati di wilayah adat Mee Pago sudah sepakat menjadi satu provinsi yakni Papua Tengah. “Begitu Mendagri datang kita tanya, bagaimana untuk Papua Tengah. Masak yang dari belakang mau kasih, kita inikan sudah siap dan sudah lama. Akhirnya Mendagri respon bahwa ibu kotanya di Timika,” ungkap Bupati Omaleng menirukan perbincangannya dengan Mendagri.

Tapi memang diakui Bupati Omaleng beberapa syarat harus dilengkapi. Salah satunya dokumen berkaitan dengan lokasi. Kemudian membentuk tim kajian dimana tim pemekaran akan menggandeng Universita Gadja Madah Yogyakarta.

Untuk semakin menguatkan kesepakatan antar kabupaten, pada Jumat (1/11) mendatang 10 bupati akan berkumpul di Timika untuk membahas pemekaran. 10 kabupaten itu diantaranya Mimika, Asmat, Nduga, Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, Paniai, Nabire dan pembentukan Kotamadya Mimika.

Pada rapat itu juga untuk menguatkan kesepakatan Mimika sebagai ibukota. “Kami siap betul di sini. Sehingga sebenarnya tempat lain itu baru saja muncul dan apakah mereka seperti kita sudah siap atau tidak, yang kekurangan akan kami lengkapi. Hari Jumat kita akan rapat di Timika dengan para bupati, kita tidak mau tunggu,” jelas Bupati Omaleng.

Tapi terakhir dari statement Mendagri bahwa salah satu provinsi yang akan dibentuk adalah Papua Selatan. Menurut Bupati, justru itu tidak memenuhi syarat karena masih kurang dua kabupaten. Sebab Kabupaten Asmat memiliki masuk di Papua Tengah. Meskipun Asmat bergabung dengan Papua Selatan bersama Merauke maka tetap kekurangan satu kabupaten. “Sedangkan Papua Tengah ini sudah 10 dan melebihi syarat, bahkan kalau kita tambah dua kabupaten lagi bisa jadi dua provinsi. Karena kita sudah 10,” tutup Bupati Omaleng.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *