oleh

Willem Wandik: Pemuda Kingmi Harus Bersaing Di Segala Bidang

DEIYAI – Sebagai kaum profesional yang dibesarkan di dalam Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi mendorong agar para pemuda Gereja Kingmi untuk bangkit dan mampu bersaing dalam berbagai bidang, sehingga kelak menjadi penentu, pemegang tongkat estafet, perkembangan dan pertumbuhan iman Gereja Kingmi di Tanah Papua.

Demikian hal tersebut disampaikan Bupati saat menjadi pemateri pada Retreat Akbar Pemuda Kingmi Lima Koordinator Meepago, yang dilaksanakan di Gereja Kingmi Jemaat Bethel Gakokebo, Klasis Tigi Utara, Kabupaten Deiyai, sejak Senin, 28 Oktober hingga 1 November.

“Kita pernah memiliki doctor, Benny Giyai dan teman-temannya. Setelah masa mereka, masuk ke zaman saya dan teman-teman yang lain. Saat itu tidak ada uang banyak, namun kita berusaha dan tetap berada di dalam Gereja Kingmi, kini kita mampu menjadi orang penting di Papua. Sementara saat ini beberapa daerah Kingmi sudah dimekarkan, banyak pejabat dari Kingmi, harusnya anak-anak muda Kingmi lebih berprestasi di segala bidang,” ajak alumni strata dua Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Untuk diketahui, hampir 1000 lebih pemuda yang mewakili lima koordinator Meepago, masing-masing Nabire, Deiyai, Dogiyai, Paniai dan Intan Jaya, hadir dalam retreat di halaman Gereja Bethel Gakokebo, Klasis Tigi Utara. Di tempat ini, para pemuda hadir mengikuti kegiatan-kegiatan rohani selama empat hari, di daerah yang merupakan salah satu daerah pusat pendidikan di Tanah Papua.

Dalam kesempatan tersebut, sebagai senior pemuda Gereja Kingmi, Willem Wandik juga diberikan kesempatan memberikan materi, yang berlanjut ke tanya jawab antara peserta dengan Bupati. Yang akhirnya Bupati mendorong pada satu kesimpulan, yakni perlu adanya kerja sama antara gereja dan pemerintah untuk membangun sumber daya manusia gereja Kingmi di Tanah Papua.

Lanjut Bupati, kehadiran dirinya di pinggiran danau Tigi, sebagai kader gereja Kingmi, untuk memberikan motivasi bagi para pemuda Kingmi di wilayah Meepago, karena mereka adalah masa depan Gereja Kingmi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *