oleh

Kementerian PUPR Terus Genjot Trans Papua Ruas Timika – Nabire

TIMIKA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua dengan membangun jalan trans Papua. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, membuka keterisolasian wilayah, mengurangi tingginya biaya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kementerian yang dipimpin oleh Basuki Hadimuljono itu membangun jalan trans Papua di sejumlah daerah termasuk ruas Timika – Nabire yang ditangani oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional XXII (BPJN XXII) Merauke.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional XXII Merauke, Edu Melki Paulus Sasarari, ST MM didampingi Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional VI Timika, Adrian Paranoan kepada Radar Timika di Kantor Satker PJN VI Timika, Jalan Cenderawasih pada Sabtu (14/12) lalu mengungkapkan progress pembangunan jalan Trans Papua ruas Timika – Nabire. Area kerja BPJN XXII sendiri meliputi enam kabupaten, diantaranya Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Nduga.
Khusus untuk wilayah Kabupaten Mimika total jalan nasional yang ditangani Kementerian PUPR mencapai 187 kilometer. Dimulai dari titik nol depan Katedral Tiga Raja sampai di Pomako sepanjang 40 kilometer. Kemudian ruas kedua Simpang Pelabuhan Rakyat mengarah ke Simpang Mayon, SP 13 sepanjang 32,4 kilometer. Terus sampai di Kilometer 141 di Simpang Kapiraya. Pembangunan jalan sampai di Simpang Kapiraya ini sudah rampung dan bisa dilalui kendaraan.
Sekarang diungkapkan Edu, pihaknya fokus menyelesaikan pembangunan Trans Papua ruas Simpang Kapiraya – Wagete. Untuk pembangunan ruas ini dikerjakan bersama Satker Paniai. y
Yang ditangani BPJN XXII sepanjang 38 kilometer dan Satker Paniai sepanjang 40 kilometer dan sudah terhubung bahkan bisa dilalui untuk kendaraan tertentu.
Dari total 38 kilometer yang ditangani BPJN XXII melalui Satker PJN VI Timika, sepanjang 6 kilometer sudah sampai pada tahap pengerasan yang dikerjakan Tahun 2018 lalu sehingga bisa fungsional. Hanya saja belum sampai tahap pengaspalan.
Edu mengatakan memang tidak ada pekerjaan untuk ruas jalan Simpang Kapiraya – Wagete tahun ini karena fokus menyelesaikan pembangunan dua jembatan untuk ruas Simpang Mayon – Simpang Kapiraya yakni Jembatan Kali Kabur dengan bentang 120 meter menggunakan rangka baja masing-masing bentangan 60 meter. Juga Jembatan Harba meski panjanganya hanya sekitar 30 meter.
Masih ada satu jembatan lagi yang harus diselesaikan yakni Jembatan Youdora. Dikatakan Edu, sudah ada alokasi anggaran untuk Tahun 2020. Sementara tahap desain yang ditarget rampung Januari 2020 dan langsung dilanjutkan pekerjaan fisik.
Jika jembatan ini sudah rampung maka ruas Trans Papua mulai dari Timika bisa dijangkau sampai simpang Kapiraya. Hanya saja masih ada sekitar 20 kilometer yang masih jalan tanah. Selebihnya untuk ruas Simpang Kapiraya – Wagete tidak ada lagi pembangunan jembatan.
Untuk target penyelesaian tergantung dari alokasi anggaran setiap tahun. Dan menurutnya proses pembangunan berjalan lancar tanpa gangguan. Hanya saja beberapa titik masih mengalami longsor. Ditambah lagi tingkat kemiringan yang masih curam sehingga gradenya perlu diturunkan.
Pada Tahun 2019 ini ditambahkan Edu, jalan nasional ruas Simpang Pelra – Simpang Mayon sepanjang 15 kilometer sudah di-overlay dan pekerjaan sudah rampung 100 persen. Jalan itu ditingkatkan karena memang beberapa bagian sudah mengalami kerusakan dan perlu perbaikan. Ini juga sebagai bentuk kesiapan infrastruktur jelang PON XX Tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Mimika. Tahun depan, giliran ruas jalan mulai dari Timika – Pomako yang akan dikerjakan.
Pada tahun ini juga Satker PJN VI Timika sudah menuntaskan rehabilitasi 4 buah jembatan di Pomako. Kemudian dua jembatan juga direhab di ruas Mayon – Simpang Kapiraya.
Selain itu juga, pemeliharaan rutin dilakukan berupa pengecatan median jalan serta jembatan. Juga perubahan warna marka jalan sesuai edaran bahwa jalan nasional menggunakan marka berwarna kuning.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *