oleh

Presiden Diminta Gelar Rapat Terbatas Selesaikan Masalah Ndugama

“Demi NKRI, demi Bhineka Tunggal Ika, demi Pancasila, saya sarankan untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan senjata. Dan lebih khusus kepentingan Negara, kita sudah sampaikan untuk Negara, bahwa jika satu orang dibunuh, maka akan ada kebencian, bahkan tumbuh seribu. Pembunuhan ini akan tertanam dalam hati mereka, generasi mereka,” ungkapnya.

“Yang kedua, jika ada kontak senjata, maka kapan bisa selesaikan persoalan pembangunan di Papua. Jalan trans Papua, pemekaran, semua tidak akan berhasil jika menggunakan pendekatan senjata,” tukasnya.

Terkait dengan sikap Wakil Bupati Nduga yang meletakan jabatannya, Willem Wandik mengatakan, peletakan jabatan merupakan sikap dari Wakil Bupati Nduga untuk meminta perhatian pemerintah pusat, untuk menyelesaikan persoalan di Kabupaten Nduga. Karena masyarakatnya kini harus mengungsi di saat Natal. Apalagi Wabup Nduga sudah sering mengeluh, bicara soal daerahnya, namun selama ini pemerintah pusat seperti diam saja, tidak ada langkah nyata bagi Kabupaten Nduga.

“Hampir dua sampai tiga tahun ini, kepala daerah, LSM, tokoh agama, semua sudah bicara soal Nduga, tapi tidak pernah pemerintah pusat menyelesaikan persoalan rakyatnya. Sehingga Wabup terpaksa meletakkan jabatan, ini hanya untuk meminta perhatian pemerintah pusat, provinsi, bahwa ada masalah di Nduga yang perlu diselesaikan,” katanya.(kominfo puncak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *