Beranda Headline

7 Bupati Komitmen Perjuangkan Aspirasi DOB Papua Tengah

BAGIKAN
Rapat Kesepakatan Pembahasan Pemekaran Provinsi Papua Tengah di Hotel Grand Mozza tahun lalu.

TIMIKA – Semua komponen masyarakat khususnya di Papua, diminta untuk tetap tenang dan selalu berdoa terkait perjuangan sejumlah pihak, termasuk perjuangan dari tujuh Bupati dalam rangka pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah. Masyarakat yang telah mempercayakan kepada tim untuk berjuang dan bekerja merealisasikan cita-cita bersama itu, diminta untuk berdoa agar semua perjuangan bisa berhasil dengan baik.

Terlebih hingga saat ini perjuangan pemekaran Provinsi Papua Tengah telah mencapai perkembangan yang sangat baik, tinggal menunggu hasil kajian akademis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, mengenai kelayakan wilayah Provinsi Papua Tengah.

Harapan itu disampaikan tujuh Bupati yakni Bupati Nabire Isaias Douw, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, Bupati Paniai Meki Nawipa, Bupati Puncak Wilem Wandik, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, Bupati Dogiyai Yakobus Dugama, dan Bupati Deiyai Ateng Edowai.

“Hingga saat ini tim (tim 7 Bupati, red) masih menunggu tahapan selanjutnya, yakni hasil kajian dari UGM yang akan keluar dalam waktu dekat,” ujar Bupati Puncak yang juga merupakan koordinator tim kajian dan fasilitator pemerintah pusat dan daerah, Willem Wandik, SE MSi melalui telepon seluler kepada Radar Timika, Jumat (17/1).

“Karena kami tetap komitmen mendukung dan memperjuangkan aspirasi DOB Provinsi Papua Tengah,” imbuh dia.

Menurutnya, dukungan dan doa dari seluruh komponen masyarakat, akan sangat menentukan keberhasilan perjuangan bersama ini. Mulai dari masyarakat biasa, tokoh-tokoh agama, pemuda, perempuan, tokoh adat hingga media-media, akan sangat menentukan pengambilan keputusan di tingkat pusat.

“Misalnya saja kalau media salah menterjemahkan pernyataan seseorang, maka itu akan sampai ke pemerintah pusat yang akan turut mempengaruhi keputusannya. Kalau wartawan salah tulis, dari pusat sana nanti sampaikan bahwa kita tidak siap dan lain-lain. Padahal kita sudah berjuang dan sudah sangat siap,” bebernya.