Beranda Seputar Mimika

Mama-mama Papua Minta Eks Pasar Swadaya Dibongkar Total

BAGIKAN
UNJUK RASA – Puluhan mama-mama penjual sayur mayur saat menyampaikan aspirasi di depan para anggota dewan, Selasa (4/2). Foto: Siti Aminah/Radar Timika

TIMIKA – Puluhan mama-mama penjual sayur mayur dan buah yang berjualan pada sore hari di pinggir jalan eks Pasar Swadaya, meminta dengan tegas kepada Pemda Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Satpol PP untuk segera menertibkan semua aktifitas di tempat tersebut, untuk selanjutnya dipusatkan di Pasar Sentral. Selain berharap memindahkan semua penjual dari eks Pasar Swadaya, mama-mama juga meminta hal yang sama dari para penjual yang kini masih bertahan di Pasar Gorong-Gorong.

Harapan agar pemerintah dapat memusatkan semua aktifitas para penjual ke Pasar Sentral terungkap dalam penyampaian aspirasi dari puluhan mama-mama di hadapan beberapa anggota DPRD, Selasa (4/2).

Mewakili mama-mama, Yuliana Kambu mengatakan pemerintah harus bertindak dengas tegas jika ingin memindahkan para penjual ke Pasar Sentral. Mereka, sebutnya, hingga kini masih berjualan di pinggir jalan Bhayangkara sampai di eks Pasar Swadaya khususnya pada sore hari, karena melihat masih banyak pedagang khususnya non Papua yang tidak pindah.

“Kalau mau pindahkan ke Pasar Sentral ya harus semuanya, harus bongkar semua di pasar lama itu kecuali masjid, kami juga mau pindah kalau semua dibongkar,” jelasnya.

Yuliana mengatakan, mama-mama penjual sayur yang banyak berdomisili di SP-SP ini merasa cukup berat apabila membawa jualan ke Pasar Sentral. Hal ini disebabkan karena jarak yang cukup jauh dan memakan ongkos transportasi yang mahal.

Senada dengan hal itu, Lis Murib juga mengatakan jika mama-mama penjual sayur ini merasa sangat berat apabila harus membayar ongkos transportasi menuju ke Pasar Sentral. Melihat hal ini, mereka lalu membawa hasil kebunnya ke eks Pasar Swadaya yang ongkos transportasinya cukup terjangkau.

Agar mama-mama tidak diberatkan dengan ongkos transportasi yang mahal, Lis berharap agar pemerintah bisa menyediakan angkutan umum berupa bus.