Beranda Headline

Puluhan Petugas Kebersihan Tuntut Kenaikan Upah

BAGIKAN
UNJUK RASA – Para petugas kebersihan saat melakukan unjuk rasa di Kantor DLH, Senin (10/2). Foto: Mayer C Sarioa/Radar Timika

TIMIKA – Puluhan petugas kebersihan menuntut Pemda Mimika dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk dapat menaikkan upah mereka. Selain menuntut kenaikan upah, beberapa tuntutan lainnya seperti berharap agar jatah makan mereka diganti dengan uang saja, serta upah dari mekanik mobil pengangkut sampah bisa sama seperti mereka. Puluhan petugas kebersihan yang menuntut peningkatan kesejahteraan ini, berdemo langsung di Kantor DLH, Senin (10/2).

Kepala DLH Mimika, Ir Limi Mokodompit kepada Radar Timika mengatakan, dengan beberapa tuntutan dari para petugas kebersihan yang sehari-hari bekerja mengangkut dan membersihkan sampah di Kota Timika ini, selanjutnya akan diteruskan ke pimpinan daerah dalam hal ini bupati.

Adapun sebut Limi, untuk solusi dari tuntutan para petugas kebersihan ini bergantung juga dari alokasi anggaran. DLH sendiri kata Limi sudah berusaha untuk terus meningkatkan kesejahteraan dari para petugas kebersihan ini, dengan memberikan standar upah yang maksimal. Namun, jika para petugas kebersihan ingin naik lagi, maka hal ini akan dilihat lagi apakah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah atau tidak.

“Kita sudah berusaha, tapi standar upah (gaji) untuk mereka menurut kita sudah baik, tapi ya kalau mau naikan ya tergantung kemampuan keuangan kita, kami akan masukan usulan ke atas (pimpinan daerah),” jelasnya.

Dari aspirasi yang disampaikan oleh para petugas kebersihan ini sebutnya, mereka mengaku jika volume sampah kini sudah semakin meningkat dan harus terus didukung oleh armada pengangkut sampah yang maksimal.

Selain itu, para petugas kebersihan juga meminta jatah makan selama ini jika bisa diuangkan. Untuk hal ini, sebut Limi, memang merupakan tuntutan yang sudah berlangsung sejak DLH masih Dinas Tata Kota. Khusus untuk masalah ini, pemerintah memberikan jatah makan mengingat kerja dari para petugas kebersihan cukup berat dan harus diimbangi dengan asupan makanan yang cukup. Jika jatah makan ini diuangkan, dikhawatirkan tidak akan digunakan untuk kepentingan membeli makanan.