oleh

Puluhan Petugas Kebersihan Tuntut Kenaikan Upah

“Mereka ini kan pekerja keras, kita harus perhatikan makan mereka supaya kerjanya kuat, mereka kerja 8 jam per hari,” jelas Limi.

Atas tuntutan ini, pihaknya sebut Limi juga akan tetap mempertimbangkan ide ini. Para petugas kebersihan juga mempersoalkan gaji mekanik yang lebih tinggi dari mereka. Mereka berharap agar gaji mekanik bisa sama seperti mereka. Namun hal ini tidak bisa diakomodir, sebab mekanik adalah pihak yang mempunyai skill dan memang dihargai dengan gaji yang lebih baik sesuai kemampuannya.

Para petugas kebersihan pun menuntut untuk menerima THR. Namun, pemerintah memang tidak menanggarkannya.

“THR juga tidak ada, karena memang tidak teranggarkan,” ungkapnya.

Lanjut Limi, para petugas kebersihan juga menuntut untuk pemberian upah walaupun tidak masuk kerja karena alasan sakit. Melihat hal ini, pemerintah sudah memberikan toleransi selama tiga hari kepada petugas kebersihan yang sakit. Namun, waktu sakit diharapkan tidak lebih dari 4 hari, sebab tidak ada yang mengangkut sampah. Dinas sendiri harus mencari pengganti pengangkut sampah agar kota tetap bersih. Pengganti petugas kebersihan sementara tetap dicari untuk mengganti petugas yang sakit agar sampah semua terangkut.

Dari semua tuntutan para petugas kebersihan ini, tambah Limi, ada beberapa yang kemungkinan bisa diakomodir, namun masih akan dikoordinasikan lagi dengan pimpinan daerah. Seperti tuntutan kenaikan upah akan tetap disampaikan ke pimpinan daerah dan berharap semua petugas kebersihan melaksanakan tugasnya dengan tanggung jawab.

“Tuntutan gaji kalian akan kami lanjutkan ke pimpinan daerah tentang usulan kesejahteraan dan semuanya itu akan kami sampaikan, tapi pekerjaan harus laksanakan dan tidak boleh mogok, karena bagaimanapun yang kamu usulkan tidak mungkin saya jawab hari ini, saya akan tampung aspirasi ini dan sampaikan ke pak bupati dan kita lihat kemampuan anggaran kita, kalau ada mungkin kita lihat di APBD Perubahan atau tahun depan,” kata Limi kepada para petugas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *