oleh

Bupati Pertanyakan Hak Dari Saham PTFI

TIMIKA – Pemerintah Indonesia sudah memiliki 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Itu berdasarkan kesepakatan pada Tahun 2018 lalu. Dari 51 persen saham itu, 10 persen diberikan kepada Papua, termasuk Mimika 7 persen. Saham pemerintah itu dikelola oleh PT Inalum.

Satu tahun berlalu, para pemilik saham termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika menunggu kelanjutan dari divestasi saham itu. Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH juga mempertanyakan hak dari saham sebesar 7 persen untuk Mimika.

“Satu bulan lalu kita bersurat ke Presiden, kenapa haknya kita tidak jalan,” kata Bupati dalam rapat bersama manajemen PTFI, Jumat (21/2).

Bupati Omaleng mengakui, masih ada polemik terkait pembagian 10 persen saham untuk Papua. Bupati kecewa kepada Pemprov Papua karena merubah kesepakatan pembagian saham. Dimana dari 10 persen itu dibagi 3 persen untuk Pemprov Papua dan 7 persen untuk Kabupaten Mimika yang dibagi lagi masing-masing 3 persen untuk Pemda Mimika, 2 persen untuk Suku Amungme dan 2 persen untuk Suku Kamoro.

Ternyata oleh Pemprov kesepakatan itu dirubah. Pemprov malah mencaplok 51 persen dan Mimika hanya 29 persen, karena ada yang dibagi lagi ke kabupaten lain. “Kita sudah tolak, karena Perda mereka keluar dari kesepakatan awal. Saya sudah sampaikan ke Gubernur,” ujar Bupati Omaleng.

Bupati Omaleng berharap kepada Direktur Utama Inalum sebagai pengelola saham, agar bisa menyelesaikan persoalan ini sehingga tidak berlarut-larut. Ia bahkan mengancam melaporkan Inalum ke Komisi Pemberantasan Korupsi jika tidak menyelesaikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *