Beranda Headline

Gereja Kingmi Gelar Rakersin IV

Willem Wandik: Rakersin IV Merupakan Pra Konferensi Gereja Kingmi

BAGIKAN
PEMBUKAAN – Pemukulan tifa oleh Ketua Sinode Gereja Kingmi, Pdt Dr Benny Giyai, PhD dan Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MM bersama bupati dan wakil bupati dari berbagai kabupaten yang ada di Provinsi Papua, menandakan dibukanya Rakersin IV, Selasa (25/2) kemarin Graha Eme Neme Yauware, Timika. Foto: Santise Patabang/Radar Timika

TIMIKA – Gereja Kemah Injili (Kingmi) di Tanah Papua menggelar Rapat Kerja Sinode (Rakersin) IV, Selasa (25/2) di Graha Eme Neme Yauware, dengan tema ‘Berubah Untuk Menjadi Kuat Menuju 100 Tahun Gereja Kingmi Berkarya di Tanah Papua’ dan sub tema “Melalui Rakersin ke IV kita bertekad mewujudkan penginjilan jilid dua menuju gereja yang mandiri, kuat, sehat, terbuka dan solider dengan kaum lemah untuk menjawab kebutuhan umat secara utuh’.

Kegiatan yang akan berlangsung sampai, Jumat (28/2) ini, dihadiri 52 klasis dan dibuka langsung Ketua Sinode Gereja Kingmi, Pdt Dr Benny Giyai, PhD dan beberapa bupati dan wakil bupati dari berbagai Kabupaten yang ada di Provinsi Papua seperti Puncak, Intan Jaya, Waropen dan beberapa Kabupaten lainnya dengan memukul tifa secara bersama.

Ketua Sinode Gereja Kingmi, Pdt Dr Benny Giyai, PhD mengatakan Rakersin ini merupakan raker tahunan, dimana awalnya Rakersin IV ini dijadwalkan akan berlangsung Oktober tahun 2019 yang lalu, namun karena situasi dan kondisi yang terjadi, sehingga diundur dan baru bisa terlaksana.

Rakersin ini adalah salah satu bagian untuk menuju konferensi yang rencana juga akan berlangsung tahun ini, dimana dalam Rakersin akan membahas tentang program kerja yang telah dilakukan, serta akan membahas juga program kerja apa saja yang belum dilakukan ke depannya.

“Inikan Raker terakhir untuk menuju konferensi, sehingga saya sangat berharap Raker ini bisa berjalan dengan baik, peserta yang hadir bisa mengikutinya dengan baik juga, karena di sini kita akan membahas banyak terkait dengan pelayanan kita yang sudah dan belum,” katanya.

Ia mengatakan, program yang akan difokuskan untuk lima tahun ke depan adalah pendidikan pendeta-pendeta yang ada, karena pada dasarnya tugas seorang pendeta adalah untuk mengarahkan jemaatnya untuk hidup menurut kehendak Tuhan Yesus. Seorang pendeta harus memegang dan menjalankan tugas dan tanggungjawab untuk meggembalakan jemaatnya.