Beranda Headline

Batas Wilayah Empat Kabupaten sudah Disepakati

*Willem Wandik: Kesepakatan Ini Memuluskan Pemekaran Provinsi Papua Tengah

BAGIKAN
SEPAKAT – Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH, dan Bupati Paniai, Meki Nawipa, menyepakati batas wilayah atau titik koordinat yang difasilitasi oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi, Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, dalam Rakor di Hotel Luminor, Jakarta, Senin (9/3). Foto: Diskominfo Puncak for Radar Timika

JAKARTA – Sengketa batas wilayah yang selama ini menjadi polemik antara beberapa kabupaten di wilayah yang berbatasan dengan tambang emas Grasberg, Provinsi Papua, antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Puncak, Mimika dengan Intan Jaya, Mimika dengan Paniai, akhirnya berakhir. Itu setelah Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, Bupati Puncak, Willem Wandik, Bupati Paniai, Meki Nawipa serta dari Intan Jaya diwakili oleh Sekretaris Bappeda Intan Jaya, menyepakati batas wilayah atau titik koordinat yang difasilitasi oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Hotel Luminor, Jakarta, Senin (9/3).

Melalui rilis yang diterima Radar Timika dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Puncak, suasana pertemuan awalnya diwarnai dengan adu argumen, apalagi Bupati Mimika datang dengan kekuatan penuh. Pasalnya sejumlah anggota DPRD Mimika turut hadir, sehingga saling mempertahankan argumen terjadi. Meski demikian hal itu tidak berlangsung lama, karena suasana kembali terkendali, aman, saling menyapa dan saling menerima terkait dengan tapal batas atau titik koordinat, setelah pihak Kemendagri memperlihatkan titik-titik koordinat yang selama ini menjadi polemik, yang diperlihatkan oleh Kasubdit Batas Wilayah Kemendagri, baik antara Kabupaten Mimika dengan Paniai, Mimika dengan Puncak, Mimika dengan Intan Jaya. Bahkan pertemuan pun dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kesepakatan antara para Bupati yang hadir.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan, menerima batas wilayah atau titik koordinat yang disepakati tersebut dan siap untuk tidak mempersoalkan batas wilayah ini lagi. Alasan mengapa sampai pihaknya selama ini ngotot dan mempertahankan argumen soal tapal batas, lebih pada titik koordinat di wilayah tambang Grasberg. Karena menurutnya, Grasberg secara hukum dan aturan masuk dalam wilayah Kabupaten Mimika yang tidak bisa bergeser sedikit pun.

Namun dalam Rakor tersebut pihak Kemendagri memperlihatkan titik koordinat yang dipersoalkan, ternyata batas wilayah antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Puncak, Mimika dengan Paniai dan Intan Jaya di wilayah tambang Grasberg, sebenarnya hanya melewati bagian kulit luar gunung Grasberg. Sementara Gunung Grasberg tetap berada di Kabupaten Mimika. Sehingga Bupati Mimika tidak mempersoalkan itu lagi, karena titik koordinat sesuai dengan apa yang Kabupaten Mimika inginkan.