oleh

Sinar Sulawesi Sebut Tidak Terlibat Kasus Beras Oplosan

TIMIKA – Toko Sinar Sulawesi, salah satu distributor beras di Timika menyatakan tidak terlibat dengan kasus pengoplosan beras yang saat ini ditangani oleh Polres Mimika. Adapun penyegelan yang dilakukan polisi terhadap gudang milik Toko Sinar Sulawesi di Irigasi, karena dalam kasus ini menggunakan karung beras yang sebenarnya dijual bebas.

Pemilik Toko Sinar Sulawesi, Hj Patmah saat bertandang ke Radar Timika, Sabtu (14/3) lalu mengatakan, pihaknya memang menjual karung beras yang digunakan oleh Pelni Logistic (Mart) dalam kasus tersebut. Namun karung itu memang karung yang bisa dijual secara bebas tanpa izin khusus. Yakni karung merek 2 Jempol, karung bening pinggiran kuning dan bening hijau.

“Kami dari Sinar Sulawesi memang menjual karung. Tapi karung itu siapapun bisa beli dan siapapun bisa jual. Karena karung tersebut tidak terdaftar. Jadi kita jual bebas dan kita tidak bisa tanya untuk apa? Karena karung itu banyak orang beli untuk isi beras, tanah atau barang-barang lain yang fungsinya sama seperti trash bag,” bebernya.

Bahkan karung yang dijual tersebut salah satunya dibeli oleh pabrik sagu untuk mengisi produk mereka.

“Pabrik sagu di Irigasi juga beli karung itu. Ada juga yang beli untuk isi pasir dibawa ke pedalaman. Segala macam lah. Yang jelas karung bebas tidak terdaftar, jadi kita juga jual bebas,” kata Patmah.

Namun, lanjutnya, pihaknya juga memiliki karung terdaftar yang tidak dijual secara bebas. Tapi karung tersebut dapat digunakan oleh Sinar Sulawesi karena telah mengantongi izin. Beberapa merek karung terdaftar yang dimiliki oleh Sinar Sulawesi diantaranya Mawar Merah (pink), Raja Panda, Tiga Mawar, Sinar Sulawesi Papua, Sedap Mantap dan Gunung Lawu. Karung-karung terdaftar tersebut dimiliki Sinar Sulawesi dan dapat digunakan sesuai izin yang dikantongi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *