oleh

Cegah Corona, Umat Diimbau Tidak Cipika-cipiki

TIMIKA – Menyikapi semakin meluasnya penyebaran covid-19 di berbagai daerah di tanah air, serta untuk mencegah masuknya atau penularan virus corona di Mimika, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mimika, Rabu kemarin menggelar rapat koordinasi dengan para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Mimika.

Pada rapat yang dilaksanakan di Aula serbaguna Babussalam itu, menghasilkan beberapa poin kesepakatan poin untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau Corona Virus. Diantaranya adalah penggulungan karpet masjid dan imbauan untuk tidak berciuman pipi (cipika-cipiki) bagi para majelis taklim.

Ketua MUI Kabupaten Mimika, HM Amin AR, SAg menyampaikan, rapat koordinasi juga sekaligus untuk mensosialisasikan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Upaya dan Antisipasi Covid-19 atau Corona.

Dalam fatwa tersebut, Ust Amin menjelaskan, ada dua wilayah yang disebut dalam fatwa itu. Yakni daerah yang terpapar dan belum terpapar. Papua khususnya Timika dipastikan belum terdeteksi virus yang dimaksud. “Timika belum ada virus itu dan kita berdoa tidak ada virus itu,” ungkapnya.

Namun, karena perlu ada antisipasi, pihaknya berinisiatif untuk menyerukan agar seluruh DKM masjid di Timika agar menggulung karpet masjid. Setelah digulung, karpet disarankan untuk dibersihkan atau dijemur. Sedangkan jamaah masjid yang ingin salat di masjid, agar membawa sajadah masing-masing. “Sebaiknya dimulai hari esok (hari ini) sampai 14 hari ke depan. Tepatnya hingga tanggal 5 April 2020,” ujarnya.

Usulan lainnya ialah masih mempersilahkan salaman tangan seperti biasa, namun tidak ada cium pipi kanan dan kiri (cipika-cipiki). “Karena biasanya kebiasaan ibu-ibu ada seperti itu. Untuk sementara waktu itu kami tidak sarankan,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *