Beranda Headline

Wartawan Diusir saat Liput Wisuda STIE JB

Terjadi Setiap Tahun

BAGIKAN
Suasana usai acara wisuda STIE JB di MPCC YPMAK, Kamis (19/3).

TIMIKA – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan (STIE JB) Timika kemarin, Kamis (19/3) melakukan wisuda program Sarjana Strata 1 (S1) dan Diploma 3 (D3) Tahun Akademik 2019/2020 di gedung Multy Purpose and Community Center (MPCC) YPMAK.

Namun sayang, pada acara yang dimulai pukul 09.00 WIT itu terjadi insiden yang sangat memalukan. Yakni sejumlah wartawan yang akan meliput kegiatan tersebut diusir dari tempat acara. Insiden pengusiran terjadi saat acara memasuki sesi penyampaian sambutan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat.

Ada tiga orang wartawati yang diusir dari acara wisuda, yakni dua dari media cetak, Radar Timika dan Timika Express dan satu dari media online, Salam Papua.

Wartawati Radar Timika, Santise Patabang mengatakan awalnya saat ia datang telah menunjukkan undangan kepada panitia. Dan saat itu panitia mempersilahkan masuk dengan menunjukkan tempat. Namun untuk tidak mengganggu jalannya acara, ia memilih duduk di belakang. Tidak lama setelah itu, yakni ketika ia mulai merekam sambutan, insiden itu pun terjadi.

“Saat saya sedang merekam sambutan, seorang dosen menghampiri saya dan menanyakan identitas dan menyuruh saya keluar dari tempat wisuda, meski pun saya berusaha menjelaskan kalau saya hadir karena ada undangan,” ujarnya.

Namun oknum dosen yang bersangkutan mengatakan bahwa undangan tersebut bukan undangan untuk meliput acara. Sebab katanya acara tersebut tidak diizinkan untuk diliput.

“Dari mana? Sudah ada konfirmasi untuk merekam ini? Tidak ada kan? Silahkan keluar (sambil menunjukkan pintu keluar dengan kasar),” ujar Santise menirukan kata-kata yang dilontarkan oleh oknum dosen tersebut.

“Silahkan keluar. Boleh tetap di sini (di dalam gedung, red) tapi tidak boleh merekam,” katanya lagi.

Dosen kembali menegaskan jika undangan yang STIE JB kirim ke media, tidak ada pemberitahuan atau kata-kata yang mengizinkan media untuk merekam atau meliput kegiatan. Sehingga Santise juga menjelaskan bahwa ketika ada undangan yang masuk ke kantor dan semua media lainnya untuk menghadiri sebuah acara, maka otomatis akan diliput. Terlebih untuk acara sekelas wisuda tentu harusnya terbuka untuk diliput.

Namun dosen tersebut tetap ngotot tidak mau diliput. Tidak lama kemudian, kedua rekan wartawan dari Salam Papua, Kristin dan Timex atas nama Indri, datang dan menghampiri. Dan ketika mereka mendengar instruksi dosen tersebut, keduanya juga menjelaskan tentang prosedur ketika media menerima undangan kegiatan, maka media tersebut akan meliput kegiatan. Namun sang dosen tetap bersikeras dan menyuruh ketiga wartawan untuk meninggalkan ruangan.