oleh

Kapolres: Kita Masih Dalami Kelangkaan Masker di Timika

TIMIKA- Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK mengatakan, pihaknya masih lakukan pendalaman dan penelusuran terkait stok masker maupun hand sanitizer, yang mengalami kelangkaan di Kabupaten Mimika.

“Kita sudah lakukan pengecekan ke beberapa toko maupun apotik, memang kondisi terkait dengan masker, terutama sudah tidak ada dan di beberapa apotik sudah tidak menyiapkan, hanya ada tinggal untuk kepentingan klinik mereka masing-masing. Makanya ini masih kita dalami,”ujar Kapolres yang ditemui wartawan, Kamis (19/3) kemarin di ruang kerjanya.

Ia menegaskan kepada para penyedia alat kesehatan, khususnya masker dan hand sanitizer, agar bisa memperhatikan permasalahan terkait kelangkaan barang tersebut.

“Penyelenggara alat kesehatan yang ada di Timika untuk bisa memperhatikan kebutuhan masyarakat Timika secara umum, dengan mempersiapkan stok-stok barang terutama masker dan pembersih tangan,”ucap AKBP Era.

Kemudian menurut Kapolres bahwa untuk menyiasati kelangkaan masker dan hand sanitizer, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. Untuk bisa sosialisasikan cara membuat cairan pengganti hand sanitizer, dengan menggunakan beberapa bahan yang di campur menjadi satu.

“Kita juga akan sampaikan kepada masyarakat cara membuat sendiri cairan pembersih tangan sendiri, dengan menggunakan campuran yang otomatis akan kita koordinasi dengan dinas kesehatan untuk sosialisasikan. Karena kita tidak bisa bergantung pada pembersih tangan maupun masker buatan pabrik. Tapi kita harus kreativitas untuk membuat sendiri sesuai dengan standar kesehatan,”jelasnya.

Lalu Kapolres juga mengungkapkan, bahwa aparat kepolisian akan terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah stok maupun harga barang, yang ada dijual di Kabupaten Mimika, sehingga tidak ada praktek permainan harga oleh para pedagang.

Menurutnya, kepolisian tugasnya terkait dengan keamanan, dengan masalah aturan-aturan yang berkaitan dengan pelanggaran hukum dalam pemanfaatan situasi darurat corona ini. Seperti penimbunan bahan makanan, lalu terkait dengan kemungkinan terjadi konflik karena keresahan dari masyarakat.

“Makanya kita harus siap mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang mengambil keuntungan dan menimbulkan informasi yang salah, terkait dengan virus corona yang membuat keresahan di masyarakat. Yang jelas belum ada temuan penimbunan, dan kalau ada kita tindak tegas,”paparnya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *