Beranda Headline

STIE JB Dilaporkan ke Polisi

BAGIKAN
Wartawan Radar Timika, Santise Patabang saat memberikan keterangan kepada polisi, Jumat (20/3).

TIMIKA – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan (STIE JB) dilaporkan ke Polres Mimika atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Laporan yang dilayangkan oleh wartawan Mimika pada Jumat (20/3) kemarin, sebagai buntut atas insiden pengusiran wartawan saat meliput acara wisuda STIE JB di MPCC YPMAK, Kamis (19/3) lalu. Dalam laporannya, wartawan menuntut pelaku pengusiran serta lembaga STIE JB agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Yosep Temorubun, SH selaku kuasa hukum yang mendampingi wartawan kemarin mengharapkan kasus ini diproses hingga tuntas. Karena ia menilai, telah beberapa kali kejadian tersebut berlangsung, sehingga diharapkan ada efek jera agar kejadian serupa tidak terjadi di masa mendatang.

“Yang kami laporkan dalam kasus ini adalah pelanggaran pada UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya dalam Pasal 18 juga Pasal 3 dan 4, itu sudah jelas. Bahwa unsur pidananya mencapai dua tahun. STIE JB sebagai penyelenggara kegiatan sekaligus pihak yang mengusir wartawan juga melanggar UU Keterbukaan Informasi Publik ,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan aksi pengusiran tersebut. Padahal menurutnya, wisuda merupakan sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang, dalam artian bersifat umum. Sehingga menurutnya kegiatan tersebut tidak perlu ditutupi, apalagi dalam hal peliputan.

“Kalau ditutupi, ada indikasi dan akan memunculkan pertanyaan, ada apa dan kenapa sampai ditutupi. Padahal setiap kampus baik dia universitas atau sekolah tinggi, wisudanya itu tidak tertutup,” ujarnya.

Yosep juga menegaskan, di zaman reformasi seperti saat ini, keterbukaan informasi kepada publik perlu dilakukan. “Kita bukan sedang berada di zaman Orba yang peliputan itu dilarang,” keluhnya.

Yosep Temorubun juga berharap, dengan dilayangkannya laporan tersebut, baik Kapolres dan jajarannya bisa menindak hal tersebut lebih lanjut.

“Pelaku yang melakukan pengusiran terhadap wartawan di acara wisuda kampus yang bersangkutan di MPCC kemarin (Kamis) ditindak, agar bisa memberikan efek jera. Perlu diingat bahwa media adalah salah satu pilar demokrasi,” ungkapnya.