Beranda Utama

200 Rapid Test Covid-19 Tiba di Timika Hari ini

BAGIKAN
Ilustrasi Rapid Test.(NET)

TIMIKA – Hari ini dijadwalkan sekitar 200 alat rapid test Covid-19 yang didistribusi oleh pemerintah pusat akan tiba di Mimika. Itu diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (23/3) kemarin.

Adanya rapid test ini kata Reynold maka Mimika bisa secara mandiri melakukan tes di Timika. “Paling lambat hari Rabu sudah ada. Besok yang datang hampir 200 alat tes. Ini rapid test antigen, jadi betul-betul kami deteksi virusnya,” katanya.

Rapid test ini kata dia, merupakan langkah upaya dalam memperbaiki kondisi pasien. Juga sebagai langkah pencegahan supaya tidak menular. Namun untuk test harus konfirmasi dokter spesialis patologi klinik yang bisa mengarahkan apakah dilanjutkan atau tidak.

Untuk menentukan siapa yang akan dites, tim akan duduk bersama menentukan kriteria. Sebenarnya Mimika memeasan 500 buah tapi yang akan didistribusi sekitar 200. Setidaknya kata dia, bisa menjawab kebutuhan saat ini.

Hasil dari pemeriksaan menggunakan rapid test kata dia bisa diketahui hanya dalam waktu satu jam, sehingga ini bisa percepat upaya pencegahan penyebaran virus di Mimika. meskipun sampai saat ini belum ada laporan baik status ODP maupun PDP tetap akan dilakukan test.

Tapi lanjut Reynold, rapid test tidak bisa dilakukan di Puskesmas karena ini sifatnya infeksius. Kemudian tes cepat dalam rangka bagaimana menyelamatkan pasien, mencegah supaya orang dalam rumah atau orang yang pernah dikontak tidak tertular. Sebab tanpa tes, tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya apakah benar terinfeksi Covid-19 atau tidak. “Jadi sebenarnya lebih pada pertimbangan medis, tetapi juga lebih pada pertimbangan epidemic terutama untuk mencegah penularan baru,” katanya.

Begitu juga dengan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis secara bertahap akan didatangkan. Tapi sekarang ini RSUD sudah memiliki stok dan akan ditambah. Tapi APD tidak hanya untuk fasilitas kesehatan tapi juga fasilitas kesehatan swasta yang juga membutuhkan baik klinik maupun rumah sakit. “Kami pesan untuk bisa back up satu kabupaten termasuk layanan ambulans ketika harus menjemput,” tuturnya. (sun)