Beranda Lintas Papua

Bupati Imbau Masyarakat Dari Luar Jangan Dulu Ke Puncak

Sampai Pemerintah Pusat Mencabut Status Darurat Corona

BAGIKAN
Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi berbincang-bincang dengan warganya, Selasa (24/3)

ILAGA – Kabupaten Puncak telah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menyikapi pendemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau virus corona, yang saat ini mengalami percepatan penyebaran yang luar biasa. Salah satunya adalah Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi mengimbau agar warga masyarakat dari luar Puncak, terutama dari Kabupaten Mimika, untuk tidak dulu ke Ilaga, Beoga, Sinak, Agandugume, Doufo. Imbauan ini bahkan telah berlaku sejak 18 Maret lalu, sampai Pemerintah Pusat mencabut status darurat corona.

“Saya harap masyarakat saya yang ada di Timika, jangan naik ke Ilaga, Sinak dan Beoga, Doufo, atau Agandugume. Sebab kemungkinan besar Timika pintu masuk virus corona, karena ada penerbangan langsung dari Jakarta. Sebab jika satu orang saja kena, maka bisa sebarkan dengan cepat ke Kabupaten Puncak,” kata Bupati di Ilaga, Selasa (24/3).

“Kita lakukan ini untuk membatasi ruang gerak penyebaran virus dari daerah lain ke Puncak. Namun untuk logistik bahan makanan, kita persilahkan boleh masuk dengan jadwal seperti biasa, namun ingat terlebih dulu semprot pesawat dengan anti septik,” sambung dia.

Lanjut Bupati, imbauan tersebut sudah dibarengi dengan Surat Keputusan Bupati Puncak yang sudah dilayangkan juga ke maskapai penerbangan yang selama ini melayani penerbangan di Kabupaten Puncak. Yakni PT Jhonlin Air Transportation, PT Dabi Air Service, PT Susi Air, PT Dimonim Air, PT Rimbun Air, PT Asian One Air, PT Enggan Air Service, PT Airfast Indonesia, PT Smart Aviation, agar melakukan pemeriksaan suhu tubuh maupun pengawasan secara ketat terhadap penumpang yang karena kebutuhan penting datang ke Kabupaten Puncak.

“Kita juga imbau agar perusahaan penerbangan melakukan upaya-upaya pencegahan dengan menyemprotkan cairan anti septik di dalam pesawat untuk mencegah penyebaran virus corona, sebelum mengangkut penumpang atau logistik,” katanya.

Wajar saja orang nomor satu di Kabupaten Puncak tersebut merasa was-was, lantaran Kabupaten Puncak merupakan daerah di wilayah pegunungan tengah yang terbatas sarana kesehatan maupun sumber daya manusia seperti tenaga dokter dan perawat.