oleh

Lapak Mama-mama Papua di Pasar Sentral Mulai Sepi

TIMIKA- Kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran wabah virus corona (COVID-19), ternyata juga mulai berdampak terhadap tingkat kehadiran pedagang mama-mama Papua di Pasar Sentral untuk berjualan. Hal ini terlihat dari pantauan Radar Timika, Senin (23/3) siang.

Terlihat lapak yang biasanya sudah mulai ramai pedagang pada pukul 12.00 pada hari-hari sebelumnya justru sepi. Hal ini terjadi karena tingkat kewaspadaan masyarakat, khususnya mama-mama Papua terhadap penyerbaran virus corona mulai terlihat.

“Kemarin di sini masih penuh, biasanyakan kami mulai jualan sudah ada yang mulai jam 11. Tapi sekarang (sudah jam 13.00) pedagang masih begini saja. Tidak ramai,” kata Mama Tina.

Ia mengatakan, sebelumnya sudah ada mama-mama yang memang mengatakan tiadak akan berjualan dulu, karena takut virus corona. Namun karena membutuhkan uang, Mama Tina tetap memilih untuk berjualan.

“Saya juga takut karena kan katanya mematikan tapi karena butuh uang yang saya jualan. Nanti saya juga akan pulang cepat. Katanya harus rajin cuci tangan,” katanya.

Sementara itu, Mama Yulince mengatakan akan berhenti berjualan, jika sudah ada imbauan dari pemerintah daerah untuk tidak berjualan sementara waktu. Namun selama hal itu belum ada ia akan tetap berjualan.

Tetapi Mama Yulince meminta kepada pemerintah untuk membagikan masker kepada para pedagang, agar mereka tetap berjualan dan aman dari virus corona.

Pemandangan berbeda justru terlihat di lapak ikan. Justru kerumunan masyarakat terlihat cukup banyak. Namun para pedagang justru mengaku sepi pembeli.

“Pembeli kurang, kalau sekarang ini bisa dua kali lipatnya dari biasanya. Ini mungkin karena takut corona. Tapi itu hal yang wajar karena virus itu kan mematikan, di Jakarta sudah banyak yang mati,” kata Denis seorang pedagang ikan yang sedang menunggu pembeli. (ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *