Beranda Headline

Pimpinan Agama Diimbau Tidak Kumpulkan Umat

BAGIKAN
Reynold Ubra.(foto:SELVIANI BU’TU/RADAR TIMIKA)

“Tempat yang kami disinfeksi tidak ada gunanya kami disinfeksi, sementara kerumunan orang masih tetap ada di situ. Itu percuma,” tandas Reynold Ubra.


TIMIKA – Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Salah satunya melakukan disinfeksi di sejumlah fasilitas umum termasuk tempat ibadah. Tapi menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra, Senin kemarin menegaskan, disinfeksi tidak ada gunanya jika masih ada kerumunan orang.

Menyikapi itu maka Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE MH kembali mengeluarkan surat terkait upaya pencegahan lewat social distancing, menghindari kerumunan yang dihadiri banyak orang. “Surat ini ditujukan kepada para pemilik tempat usaha dan juga kepada pimpinan lembaga agama di Kabupaten Mimika,” kata Reynold.

Dalam surat itu diputuskan masa pembatasan kegiatan yang mengumpulkan massa diperpanjang hingga 23 April 2020. Sekaligus mengimbau untuk menyampaikan informasi melalui pengeras suara yang ada di tempat ibadah baik gereja, masjid dan pura.

“Surat ini adalah imbauan kepada para lembaga agama untuk bisa pertimbangkan tidak mengumpulkan umat sementara waktu sampai 23 April 2020. Kalau kemarin kita sampai tanggal 5 April. Ini diperpanjang sebulan lagi,” tutur Reynold.

Beberapa tempat ibadah seperti gereja, kata Reynold sudah mengambil kebijakan meniadakan ibadah. Gugus tugas berharap ini bisa dilakukan serentak satu Kota Timika supaya betul-betul tujuan pengendalian penularan virus dari orang sakit ke orang sehat bisa maksimal. “Jadi ini imbauan dibutuhkan kebijaksanaan dari pimpinan agama di Kabupaten Mimika,” tandasnya.

Ia mengapresiasi lembaga keagamaan yang mengambil keputusan tidak melaksanakan ibadah dan dianggap sebagai keputusan yang sangat bijaksana. Itu merupakan bagian dari perlindungan bagi orang sehat dari transmisi lokal. “Tempat yang kami disinfeksi tidak ada gunanya kami disinfeksi, sementara kerumunan orang masih tetap ada di situ. Itu percuma,” tandas Reynold Ubra.

Selain itu, gugus tugas melalui Satpol PP melakukan pengawasan dan sosialisasi di lokalisasi KM 10 termasuk memberikan peringatan keras buat pemilik tempat hiburan yang tidak mematuhi surat imbauan Pemda.

Gugus tugas juga dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi telah melakukan kegiatan penyemprotan atau dekontaminasi cairan disinfektan di Pura SP 4. BPBD juga melakukan penyemprotan menggunakan mobil di sejumlah tempat termasuk di Pomako.

Pemda juga sudah mengeluarkan surat kepada seluruh maskapai penerbangan maupun jasa pelayaran terutama PT Pelni. Dimana operator diminta tidak mengizinkan penumpang transit turun dari pesawat atau kapal ketika transit di Timika. (sun)