Beranda Metro Timika

Menganiaya Dalam Rutan Polsek Miru, Dua Warga Diproses Hukum

BAGIKAN
Tersangka penganiayaan di dalam rutan Polsek Miru ketika diambil keterangannya oleh penyidik, Senin (23/3).(SAMUEL TAKNDARE LAW OFFICE FOR RADAR TIMIKA)

TIMIKA – Polsek Mimika Baru masih menyidik kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan dua orang. Uniknya, penganiayaan terjadi di dalam rutan Polsek Miru, usai kedua pelaku diamankan karena mabuk di sekitar Kampung Nawaripi pada Jumat (20/3) malam lalu.

Menurut penasehat hukum kedua pelaku, Samuel Takndare, SH dari Samual Takndare Law Office di Jalan Budi Utomo, Selasa (24/3) lalu, dua kliennya berdasarkan penunjukan, diamankan karena mabuk di Kampung Nawaripi. Keduanya juga sempat menolak diamankan, dan malah menantang petugas Polsek Miru untuk berkelahi.

Kedua pelaku diamankan ke rutan Polsek Miru sekitar pukul 21.00 WIT pada Jumat. Rencananya, keduanya akan dilepas ketika sudah sadar karena sebelumnya dalam pengaruh alkohol.

Ironisnya, selang satu setengah jam kemudian, keduanya malah menganiaya dua orang tahanan di rutan tersebut bernama Mores Tawura dan Yoni Kuwola.

Penuturan Samuel Takndare, keduanya diduga masih dalam pengaruh minuman sehingga menganiaya korban. Awalnya Mores Tawura oleh pelaku berinisial Ra dilempari piring. Beruntung hal itu ditangkis korban. Namun tak cukup sampai di situ, Yoni Kuwola korban berikutnya dipukuli pelaku Ra dengan sapu, bahkan hendak ditikam dengan gagang sapu yang patah tersebut.

“Jadi pelaku lainnya berinisial T itu mantan napi. Saat hendak diamankan ia sempat menantang berkelahi polisi. Tetapi saat kejadian penganiayaan malah pelaku Ra yang dominan. Padahal saat diamankan itu Ra ini cuma cerewet saja, tidak menantang polisi berkelahi,” jelas Samuel tentang watak kedua tersangka.

“Beruntungnya, dua korban yang dianiaya itu sempat meminta tolong dan polisi datang,” sambungnya.

Namun Samuel Takndare mengaku belum mengetahui, pasal berapa yang diterapkan pada kedua pelaku.

“Yang pasti si T itu nanti kena kasus karena turut membantu soalnya waktu temannya itu melakukan penganiayaan, ia bukan malah menghalangi pelaku tetapi memojokkan korbannya,” tutupnya. (dcx)