Beranda Headline

MUI Mimika Berlakukan Salat Berjamaah di Rumah

Lafadz Azan Diubah Sebagian

BAGIKAN
RAPAT KOORDINASI - Rapat sejumlah pengurus DKM se Kabupaten Mimika yang menyepakati penundaan sementara salat berjamaah di masjid. Rapat digelar Rabu (25/3) ba’da Dzuhur kemarin di Gedung Serba Guna Masjid AR Rahman, Jalan Kartini.(RACHMAT JULAINI/RADAR TIMIKA)

TIMIKA –  Untuk mencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan untuk mempercepat memutus mata rantai virus Corona di wilayah Mimika, MUI Kabupaten Mimika mengeluarkan maklumat mengganti Salat Jumat untuk sementara waktu diganti dengan Salat Dhuhur dan salat lima waktu dilaksanakan berjamaah di rumah masing-masing dengan anggota keluarga.

Tidak hanya itu, para muadzin juga diminta tetap mengumandangkan Adan lima waktu di Masjid dengan mengganti dua Lafadz. Pertama, adalah lafadz Hayya ‘Alassholah diganti dengan Alaa Sholluu fii buyutikum yang berarti “salatlah di rumah kalian”. Serta lafadz Hayya ‘Alal Falah diganti dengan lafadz ‘Alaa shollu fi rihaalikum yang artinya “salat kalian di rumah kalian”.

Keputusan ini di ditetapkan MUI Kabupaten Mimika setelah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai instansi dan ormas islam di Kabupaten Mimika. Diantaranya, Bimas Islam Kemenag Kabupaten Mimika, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mimika, ICMI Mimika, PHBI Mimika, PC Nahdlatul Ulama, PD Muhammadiyah, IKADI MImika, DKM, Yayasan-Yayasan Islam dan para Muballiq se-Kabupaten Mimika. Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan di Gedung Serba Guna Masjid AR Rahman, Jalan Kartini, Rabu (25/3) siang kemarin.

Ketua MUI Kabupaten Mimika, H M Amin AR, SAg usai rapat menjelaskan, kesepakatan ini mulai diterapkan pada Kamis, 26 Maret – 09 April 2020. “Ini menanggapi edaran Gubernur dan Bupati untuk ditindaklanjuti agar Salat berjamaah dan Salat Jumat ditiadakan sementara waktu, terhitung besok (hari ini) sampai tanggal 9 April,” sebutnya.

Ustadz Amin menegaskan, peniadaan sementara waktu tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 atau virus Corona, sebab pencegahan sebaiknya dilakukan segera. “Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujarnya.

Ia memaklumi jika umat Islam di Timika menyampaikan mendatangi masjid adalah sebuah kemaslahatan. Namun di sisi lain, pencegahan wabah agar umat sendiri terhindar dari virus, itu juga lebih baik. “Intinya per hari Kamis subuh sampai tanggal 9 April salat jamaah ditiadakan. Kita imbau ini semua ke seluruh masjid. Agar wabah ini cepat berlalu,” ungkapnya.

Ust Amin juga menyampaikan, umat Islam perlu berikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Sehingga tidak ada korban yang berjatuhan terlebih dulu baru langkah diambil. Ia menyampaikan pula menjadi tanggungjawab ormas Islam untuk membuat maklumat tersebut. “Kalau soal patuh tidak patuh itu soal lain. Kita menyampaikan ini untuk menyelamatkan umat, karena ini masuk dalam kategori tujuan diturunkannya syariat itu untuk melindungi jiwa,” urainya.

Selain itu, seluruh umat Islam juga diminta agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ber-muhasabah kepada Allah SWT dengan memohon do’a, zikir, salawat serta rasa tawakkal atas segala ikhtiar semua pihak dalam penanggulangan wabah ini “Agar bala’ yang melanda bangsa ini segera berlalu. Aamiin,” pungkasnya. (dcx)