oleh

Penerbangan Dibatasi, Warga Diminta Tidak Panik

TIMIKA – Pemerintah Provinsi Papua sudah mengambil kebijakan membatasi akses pintu masuk baik udara maupun laut. Ini juga diberlakukan di Kabupaten Mimika, dimana dua pintu masuk yakni Bandara Mozes Kilangin dan Pelabuhan Pomako akan beroperasi secara terbatas.

Meski ada pembatasan, namun Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH mengimbau seluruh masyarakat agar tidak panik. Itu ditegaskan Bupati Omaleng saat memberikan keterangan kepada wartawan di Hotel Grand Mozza, Rabu (25/3) didampingi Wakil Bupati, John Rettob, SSos MM, Ketua DPRD Mimika Roby Omaleng, Pj Sekda Mimika Drs Marthen Paiding, MMT dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra.

Bupati Omaleng menjelaskan bahwa kesepakatan di tingkat provinsi ditindaklanjuti oleh bupati masing-masing kabupaten. Ia sendiri langsung mengumpulkan para pimpinan OPD dan instansi terkait untuk menyusun instruksi sebagai kebijakan Pemda Mimika.

Salah satunya kata Bupati, menyangkut penerbangan dan pelayaran umum. Seperti maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya, Batik Air, Lion Air serta PT Pelni. Untuk sementara penerbangan umum atau penumpang ditutup selama 14 hari ke depan terhitung mulai 26 Maret sampai 9 April 2020.

Tapi ditegaskan Bupati, masa pembatasan itu melihat perkembangan situasi wabah Covid-19 di Jakarta. Sebab Jakarta sekarang ini tercatat memiliki kasus yang cukup tinggi sementara penerbangan ke Timika berasal dari Jakarta.

Meskipun di Papua kata Bupati tidak ada kasus, tapi melihat Jakarta yang kasusnya terus meningkat maka tidak menutup kemungkinan dilakukan perpanjangan pembatasan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Jadi patokannya bukan kita di Papua. Itu harus paham baik-baik. Kita patokan di Jakarta, karena virus corona banyak sekali di Kelapa Gading, Tanjung Priok, sehingga khawatir kapal penumpang masuk jangan sampai salah satu di situ kena virus. Pesawat dari Cengkareng itu daerah paling merah,” terangnya.

Untuk layanan pengiriman sampel ke labolatorium Balitbangkes di Jakarta dan pengiriman keperluan kebutuhan medis kata Bupati Omaleng dipercayakan kepada TNI dan Polri. Ada pesawat Herkules milik TNI AU yang sudah siap untuk membantu pengiriman ke daerah.

Khusus untuk pelayaran Kapal Pelni, saat ini masih ada satu kapal yang akan berlabuh di Pomako berlayar dari Merauke. Mengingat Merauke sudah terdapat kasus maka, maka akan dilakukan antisipasi. Dimana penumpang tidak diperkenankan turun di Timika.

Meski ada pembatasan penerbangan Bupati Omaleng meminta seluruh masyarakat tidak boleh panik, karena yang dibatasi hanya penerbangan penumpang. Sementara untuk angkutan barang yang memasok kebutuhan ke Mimika masih tetap beroperasi. Begitu pula dengan distribusi barang ke wilayah pedalaman oleh maskapai tertentu.

Hal yang sama juga disampaikan Wabup John Rettob. Masyarakat kata dia, tidak usah panik dengan adanya pembatasan transportasi. Apalagi sampai berebut sembako dan akhirnya membuat harga jadi naik. “Transportasi barang tetap jalan baik kapal maupun udara, jadi masyarakat jangan panic,” tegasnya.

Pembatasan penerbangan kata dia harusnya bisa membuat Mimika bebas dari Covid-19. Asalkan masyarakat Mimika juga tertib dan taat melakukan apa yang dianjurkan oleh pemerintah. Sebab kunci pencegahan Covid-19 adalah disiplin dari masyarakat.

Jangan sampai lanjut Wabup, kondisi di Italia dimana ribuan orang meninggal karena tidak disiplin padahal sudah lockdown. “Pemerintah niatnya baik. Jadi saya juga berpesan tolong jangan makan di warung, datang beli bawa pulang. Satpol PP tetap tindak kalau masih rame-rame di situ, Polisi akan tindak juga, jadi masyarakat harus tertib,” terangnya.

Ketua DPRD Mimika, Roby Omaleng mengatakan apa yang diimbau pemerintah dalam rangka menyelamatkan masyarakat. Sehingga masyarakat harus mengikuti arahan itu. Ia mengimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi di media sosial apalagi terpancing. “Mari kita semua kerjasama untuk cegah Corona, lebih baik di Timika tidak ada sama sekali,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *