oleh

Aktivitas Warga Dibatasi Sampai Jam 2 Siang

TIMIKA – Demi mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika memperketat social distancing dengan membatasi aktivitas warga Timika. Dimana warga hanya diperbolehkan beraktivitas di luar rumah mulai pukul 06.00 WIT sampai 14.00 WIT atau jam 2 siang.

Aturan itu menjadi poin dalam Instruksi Bupati Mimika Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Mimika. Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH menegaskan instruksi arus diikuti jika tidak akan ditindak tegas.

Bupati Omaleng mengatakan aturan pentupan tempat hiburan malam baik bar, kafe serta panti pijat sudah diberlakukan. Restoran dan warung makan tetap diberi izin untuk buka agar bisa melayani masyarakat dengan catatan tidak makan di tempat tapi dibungkus dan bawa pulang makan di rumah.

Tapi melihat warga Mimika yang belum tertib dalam melakukan social distancing, maka Pemda Mimika mengambil kebijakan memberlakukan waktu aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dan aktivitas lain secara terbatas antara pukul 06.00 WIT sampai pukul 14.00 WIT.

“Jadi sesuaikan dengan toko dan pasar. toko, pasar, mall mereka buka jam 6 pagi sampai 14.00 itu sudah harus tutup. Setelah itu warung tidak boleh buka lagi. Supaya orang-orang bisa tinggal di rumah, masak di rumah,” ujar Bupati Omaleng.

Pj Sekda Mimika menambahkan, instruksi ini sebagai kebijakan pemerintah. Jika tidak ditaati maka Pemda melalui tim gugus tugas yang sudah dibentuk akan mengambil tindakan demi kebaikan semua orang. “Pemerintah sudah mengeluarkan instruksi. Kalau ada masyarakat yang tidak taat maka tim akan ambil tindakan tegas,” tandas Pj Sekda.

Instruksi itu langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja. Kepala Dinas Satpol PP, Willem Naa yang ditemui di Posko Penanganan Covid-19, Kamis (26/3) kemarin mengatakan, sosialisasi sudah dilakukan. “Sudah kita imbau bahwa dari jam 6 atau jam 5 pagi, aktivitas sudah bisa jalan sampai jam 12 itu menyimpan dan jam 2 tidak ada aktivitas. Itu berlaku bagi seluruh masyarakat dan seluruh pedagang di Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Aturan ini juga berlaku untuk pasar termasuk Pasar Sentral yang hanya buka sampai jam 2 siang. Personel Satpol PP akan melakukan patroli rutin untuk memantau. Jika ada yang kedapatan terutama toko, kios, warung makan termasuk bar yang masih buka maka akan diberi tindakan tegas. “Kalau tidak, saya cabut izin dan saya palang,” tandasnya.

Langkah ini ditempuh oleh Pemda Mimika demi menyelamatkan seluruh warga dari wabah Covid-19 yang sudah menjadi pandemi global.

Saat melakukan sosialiassi dikatakan Willem, ada penolakan dari pedagang khususnya mama-mama Papua. Mulai hari ini seluruh pedagang asli Papua akan dikerahkan ke Pasar Sentral agar komoditi yang dijual langsung ditangani oleh Pemda Mimika melalui dinas terkait.

Berdasarkan pantauan Radar Timika, Kamis (26/3) kemarin sekitar Pukul 18.00 WIT, sebagian besar toko atau tempat usaha lainnya di area kota Timika sudah menutup tempat usahanya. Namun, berbeda dengan wilayah pinggiran kota, seperti di SP 2 dan SP 3, yang masih banyak pemilik usaha membuka usaha mereka. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *