oleh

Pemda Siapkan Tempat Isolasi ODP

TIMIKA – Dalam penanganan kasus Covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui gugus tugas yang sudah dibentuk, telah menyiapkan skema penanganan. Termasuk menyiapkan tempat khusus untuk isolasi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Selama ini ODP disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. Tapi, dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Posko Penanggulangan Covid-19, Kamis (26/3) kemarin bahwa fasilitas sudah disiapkan.

Ia masih enggan menyebut lokasinya dimana. Tapi jika ada yang sudah ditetapkan sebagai ODP maka tujuannya adalah isolasi untuk menghindari penularan kepada orang lain. Juga memudahkan untuk pengawasan lebih ketat untuk gizi dan istrahat. “Kami menyiapkan salah satu tempat isolasi. Fasilitas sudah siap, ada tempat tidur, sarana air bersih, sudah lengkap,” tandasnya.

Namun kata dia, tempat isolasi ini perlu kebijaksanaan dari masyarakat agar tidak menimbulkan stigma. Reynold menegaskan, isolasi bukan untuk diskreditkan orang, tapi untuk menyelamatkan banyak orang agar tidak terpapar.

Simulasi akan digelar Sabtu (28/3) besok. Ada dua skenario, jika ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang ditemukan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan lain, maka akan dirujuk langsung ke RSUD. Skenario kedua, jika ODP ditemukan akan dievakuasi ke tempat isolasi yang disiapkan oleh Pemda.

Menurut Reynold, simulasi sangat penting dilakukan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu ada kasus maka bisa langsung ditangani dengan pola penanggulangan secara terpadu terutama untuk penyelamatan pasien setelah dideteksi sampai ke tempat untuk treatment dan juga tempat isolasi.

Sementara itu ditambahkan Reynold, mengenai alat rapid test dibatalkan. Namun Dinkes mengalihkan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) seperti masker untuk petugas. Juga bekerjasama dengan PTFI untuk bantuan APD dan pakaian biohazard serta kebutuhan lain seperti alat disinfeksi.

Reynold sendiri tidak tahu pasti alasan pembatalan pengiriman rapid test padahal itu dianggap penting untuk bisa memastikan level epidemic Covid-19 di Kabupaten. Sebab yang terpenting adalah pengobatan dan pencegahan.

Mengenai APD sendiri, ia belum tahu apakah ada bantuan dari pusat. Yang jelas sudah ada permohonan mengingat stok yang sedikit. Stok di gudang hanya 10 unit tapi RSUD sudah memiliki 100 unit. Penambahan diperlukan untuk back up keperluan rumah sakit swasta, klinik dan fasilitas kesehatan lainnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *