oleh

Kapolda dan Pangdam Tinjau TKP Penembakan

TIMIKA – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jendral Polisi Paulus Waterpauw dan Panglima Komando Daerah Militer XVII Cendrawasih, Mayor Jendral TNI Herman Asaribab, Selasa (31/3) kemarin meninjau langsung lokasi penembakan di pusat kota Kuala Kencana, daratan rendah PT Freeport Indonesia. Kedua petinggi TNI dan Polri di Papua tersebut meninjau lokasi untuk mengetahui detail dan perkiraan penyerangan terhadap karyawan PTFI.

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw usai kunjungan menjelaskan, kedatangan rombongan TNI dan Polri tersebut untuk melihat lebih dekat seperti apa keadaan di TKP itu sendiri. Selain itu, pihaknya juga memperkirakan bagaimana penembakan yang terjadi Senin sebelumnya dilakukan. “Kita sekaligus mau perkirakan dari arah mana saja penembakan dilakukan. Kami juga menghitung berapa kira-kira jumlah personel KKB yang melakukan penembakan kemarin dan berapa jumlah senjata yang digunakan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sudah ada keterangan dari sejumlah saksi kunci yang didapatkan kemarin. “Nanti masih akan kita dalami beberapa hasil pemeriksaan olah TKP yang dilaksanakan oleh tim dari Polres Mimika bersama dengan Satgas yang ada disini,” ungkapnya.

Namun, Kapolda Paulus Waterpauw menyatakan, dari sejumlah saksi yang melihat kejadian bahwa penembakan dilakukan oleh sejumlah orang yang terbagi dalam sejumlah kelompok. “Ada yang dari kiri, kanan dan dari depan. Sementara diketahui ada sekitar delapan orang yang diketahui. Dengan beberapa pucuk senjata yang mereka punyai,” jelasnya.

Pihaknya berkesimpulan, kelompok yang melakukan penembakan mengetahui arah sasarannya.

Soal adanya kemungkinan KKB mengetahui adanya rapat yang dilakukan pada saat penembakan terjadi, ia menyatakan hal tersebut masih dalam dugaan.

“Kebetulan atau mereka sudah sangat paham dengan agenda manajemen, kita belum bisa pastikan. Karena kalau dilihat, penembakan di bagian depan ini ada dua arah tembakan yakni di lantai dua dan di lantai satu. Nanti kita dalami apakah ada relevansinya (sasaran tembakan) dengan posisi manajemen itu sendiri,” kata Kapolda Paulus Waterpauw.

Disisi lain, Kapolda memastikan bahwa peristiwa penembakan ini akan menjadi bahan evaluasi, bagi aparat keamanan dan manajemen PTFI dalam hal pengamanan wilayah daratan rendah operasional PT FI. Hal itu untuk memastikan keamanan baik bagi masyarakat, karyawan dan manajemen.

Kapolda menyebut, korban Graeme Thomas Wall yang tewas saat insiden penembakan akan dievakuasi ke Jakarta untuk dilakukan otopsi dan selanjutnya diteruskan ke Selandia Baru. Untuk dua korban luka lainnya, saat ini juga masih menjalani perawatan medis. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *