Beranda Utama

KKB Diduga ‘Mengendap’ di Kuala Sejak Minggu Malam

Sebelum Beraksi Melakukan Penembakan

BAGIKAN
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, Selasa (31/3) melihat dinding kaca yang tertembus peluru saat insiden penembakan pada Senin (31/3) lalu, di OB I dan II PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana.

TIMIKA – Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw maupun Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab sama-sama menduga, kelompok kriminal bersenjata Kali Kopi pimpinan Joni Botak, sebelumnya telah “mengendap” di Kuala Kencana sejak Minggu malam. Lalu Senin siangnya, melakukan penembakan ke arah Office Building PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana.

Kapolda Paulus Waterpauw, Selasa (31/3) siang usai bersama Pangdam Herman Asaribab meninjau lokasi penembakan menjelaskan, pihaknya sempat menerima laporan mengenai keberadaan kelompok Joni Botak di Timika. Dimana diperkirakan, kelompok tersebut memang akan melakukan kekerasan di daerah perkotaan.

Namun, ia mengungkap, kejadian penembakan di OB PT Freeport Indonesia Senin lalu terjadi di luar dugaan. “Jadi anak-anak itu sebagian besar ada di kota. (Kami) tidak menduga mereka melewati wilayah ini. Kalau mereka sudah masuk kesini kan artinya nyali mereka kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Paulus Waterpauw menduga, sama halnya dengan Pangdam Herman Asaribab, bahwa KKB Kali Kopi tersebut sudah berada di Kuala Kencana atau tempat terjadinya penembakan sejak Minggu malam. Dimana diketahui penembakan terjadi pada Senin siang.

“Jadi perkiraan kami kalau yang terjadi kemarin karena mereka sudah lebih dulu berada di posisinya, bisa jadi sejak malam. Memanfaatkan ruang, yakni alam itu sendiri. Itu yang saya pahami,” katanya.

Ditanyakan mengenai hal apa yang memungkinkan penyerangan oleh KKB dilakukan di daratan rendah, ia menyampaikan, kelompok yang melakukan penyerangan mau menunjukkan pada semua pihak bahwa mereka eksis.

“Tujuannya dia hanya mau membesarkan kelompoknya. Untuk diakui atau minta pengakuan, kira-kira. Lebih daripada itu tidak,” jelas Kapolda Paulus Waterpauw.

“Mereka kan kelompok freeman. Anak-anak yang tidak punya pekerjaan. Menganggur. Terus memiliki senjata yang didapatkan dengan berbagai cara, bahkan mencuri dan sebagainya. Dia mau menambah kekuatannya tapi kan mengorbankan semua orang,” sambungnya.

Ia menegaskan pula, hal ini akan segera dibahas bersama Kodam XVII Cendrawasih, BIN Daerah Papua dan sejumlah Satgas yang ada. Hal itu khususnya untuk melakukan pengejaran dan mencari cara efektif untuk menangani KKB. (dcx)