Beranda Metro Timika

Penembakan Karyawan PTFI Terjadi Saat Ada Agenda Rapat Bahas Covid-19

BAGIKAN
Arif Nasuha.(foto : RACHMAT JULAINI/RADAR TIMIKA)

TIMIKA – Vice President Security dan Risk Management PT Freeport Indonesia, Arif Nasuha mengungkap, penembakan oleh KKB pimpinan Joni Botak di Office Building (OB) Senin lalu dilakukan disela-sela agenda rapat pembahasan Covid-19. Di mana para korban termasuk warga Selandia Baru, yang tewas hadir dalam rapat tersebut.

Arif Nasuha kepada para wartawan, Selasa (31/3) kemarin menjelaskan, saat kejadian penembakan sempat dilakukan rapat, yang dihadiri sejumlah pimpinan operasional PT FI di daratan rendah. Pembahasan tersebut adalah untuk menindaklanjuti, adanya temuan warga di Kuala Kencana yang dipastikan positive Covid-19.

“Rapat itu bertujuan untuk mengantisipasi bagaimana penyebaran Covid-19 itu tidak terjadi. Karena kita kemarin kita bicarakan ada satu warga KK yang menjadi positif Covid-19. Kita hanya membahas itu. Ketiga korban yang kemarin itu hadir,” ujarnya.

Sementara itu, ia mengatakan hingga hari ini, semua karyawan PTFI yang bekerja di daratan rendah diliburkan. Hal itu dipastikan agar pengolahan TKP yang dilakukan Polres Mimika dapat berjalan.

“Hari ini dan besok kita liburkan,” jelasnya.

Arif juga menyebut, langkah yang saat ini diambil pihaknya adalah berkoordinasi dengan Satgas Amole, yang ditugaskan untuk mengamankan Objek Vital Nasional (Obvitnas). Rapat koordinasi dipastikan akan dilakukan, untuk mengevaluasi kelayakan daripada sekuriti.

“Untuk mengevaluasi kelayakan sekuriti atau rencana pengamanan Kuala Kencana pada khususnya, dan perkuatan untuk pengamanan di kantor kita di OB I,” tutupnya. (dcx)