oleh

Cegah Covid-19, Warga Diminta Tak Takut Periksa

TIMIKA – Untuk mencegah penyebaran penularan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Mimika, Bupati Eltinus Omaleng, SE MH meminta warga untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan atau melapor ke tim gugus tugas.

Bupati Omaleng ketika ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Jumat (3/4) kemarin mengatakan, kondisi penyebaran Covid-19 di Mimika saat ini, melihat temuan kasus positif maka itu berhubungan dengan klaster Lembang. Dimana ada peserta dari Timika yang ikut kegiatan, namun ketika kembali di Timika, kemudian sakit dan meninggal dunia.

Tim kata Bupati Omaleng melakukan penyelidikan hingga bisa menemukan jaringan penyebaran. Salah satu yang diduga jadi sumber penularan adalah seorang peserta yang meninggal kemudian pemakamannya dihadiri oleh banyak orang, termasuk pasien 02 dan 03 yang dinyatakan positif Covid-19. Serta adanya pasien yang kini sedang dirawat, juga hadir saat pemakaman.

Untuk itu ia meminta agar warga yang merasa menghadiri acara pemakaman seorang tokoh agama pada 16-19 Maret lalu, untuk melakukan pemeriksaan. Sama halnya Bupati yang sudah test dan hasilnya negative.

“Sehingga kami Pemda harap jangan takut tunjukkan entah dia mereka masih sehat, harus segera lapor. Saat pendeta khotbah kami ada hadir, supaya diperiksa,” tuturnya.

Termasuk juga warga yang pernah kontak dengan salah seorang pendeta yang dinyatakan positif Covid-19. Dimana pendeta yang diberi label pasien 03, belum lama ini melayani di Mapurujaya. Bahkan dari hasil tracing, ada 25 warga yang kontak dengan pasien tersebut kala itu.

Bukan hanya warga biasa, imbauan yang sama juga disampaikan Bupati kepada beberapa pejabat yang juga menghadiri pemakaman kala itu. Disebutkan ada pejabat yang melakukan kontak bahkan sempat memegang jenazah.

“Jadi jangan berpikir karena masih sehat jadi tidak datang ke rumah sakit atau kalau takut hubungi tim akan datang dengan alat langsung untuk tes darah. Jadi kasus positif di Mimika adalah klaster Lembang ada dua kasus dan klaster Jakarta satu kasus,” terang Bupati Omaleng.

Pemda Mimika lanjutnya, sudah menyediakan rumah susun sebagai tempat isolasi. Ia menegaskan, rusun itu bukan untuk orang sakit atau positif corona. Isolasi dilakukan untuk memutus rantai penularan virus. Dimana, ketika ada yang positif maka sekeluarga harus dikarantina, tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Tim tetap melakukan kontrol, jika positif maka dievakuasi ke rumah sakit. “Kita siapkan rusun supaya tetap sehat, tidak terpapar virus. Sampai 14 hari bahkan bisa ditambah lagi sesuai standar WHO,” tandasnya. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *