Beranda Headline

Hingga Awal April Kabupaten Puncak Masih Bebas Virus Corona

*Pasca Berlakunya Karantina Daerah

BAGIKAN
VIDEO KONFERENCE – Ketua Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Virus Corona (Covid-19), Drs Abraham Bisay, bersama dengan timnya, saat video conference dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, terkait penanganan virus corona di Kabupaten Puncak, di Kantor Diskominfo Kabupaten Puncak, Jumat (3/4). Foto: Diskominfo Puncak

ILAGA – Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi mengatakan, sebagai salah satu daerah yang hanya mengandalkan angkutan udara ke Kabupaten Puncak, sehingga untuk mencegah masuknya virus corona, pihaknya sejak 26 Maret lalu sudah memberlakukan karantina daerah, alias pembatasan angkutan penumpang untuk masuk ke Kabupaten Puncak.

Hal ini dilakukan dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Puncak, sehingga sampai saat ini Kabupaten Puncak belum ada warganya yang terjangkit virus corona.

Demikian hal tersebut disampaikan di sela-sela membagikan Sembako kepada pelajar dan mahasiswa Puncak, di Asrama Damal, Perumnas I Waena, Jumat (3/4).

“Kita beruntung sudah lebih awal melakukan langkah-langkah antisipasi masuknya virus corona di Kabupaten Puncak. Kesiapan kami sejak 16 Maret lalu, termasuk kami sudah memberlakukan karantina daerah sejak saat itu. Tidak ada pesawat yang mengangkut penumpang ke Kabupaten Puncak, baik dari Timika, Nabire, Jayapura, kecuali angkutan barang saja,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya sejak 16 Maret lalu sudah membentuk Tim Gugus Tugas Penanggulangan Virus Corona yang diketui oleh Sekretaris Daerah Puncak, bersama tim kesehatan yang sudah bekerja dengan cepat, termasuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh di Bandara Aminggaru di Ilaga, Lapter Beoga, Sinak, sebagai pintu masuk penumpang ke Kabupaten Puncak, termasuk saat ini dilakukan penyemprotan-penyemprotan cairan desinfektan ke tempat-tempat umum, kantor-kantor pemerintah, bank dan rumah sakit, pasar serta grosir, termasuk tempat ibadah seperti gereja dan masjid. Bahkan barang-barang yang turun dari pesawat di Lapter juga tidak luput dari perhatian tim.

“Kita hanya izinkan angkutan barang saja yang bisa masuk ke Kabupaten Puncak, namun sebelum pesawat mengangkut barang, terlebih dahulu sudah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan, untuk mengantisipasi virus corona sesuai dengan protokol penanggulangan virus corona. Selain itu tidak boleh ada penumpang masuk dan keluar dari Ilaga,” tegasnya.

Sehingga dengan kesiagaan dari timnya, Willem Wandik mengaku jika sampai saat ini Kabupaten Puncak masih dalam posisi aman dan bebas dari virus corona.

“Kita akan tetap jaga terus, sampai Negara mengatakan bebas virus corona baru kami bisa izinkan penumpang normal lagi seperti awal,” tambahnya.