oleh

Pemda Perpanjang Masa Pembatasan Sosial

TIMIKA – Melihat perkembangan Covid-19 di Mimika, Pemerintah Daerah memutuskan untuk perpanjang masa pembatasan sosial, termasuk pembatasan penerbangan sampai 23 April 2020 mendatang. Sebelumnya masa pembatasan sosial hanya 14 hari sampai 9 April 2020.

Perpanjangan masa pembatasan sosial itu diumumkan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH didampingi Wakil Bupati, Johannes Rettob, SSos MM, Pj Sekda Mimika, Drs Marthen Paiding, MMT serta beberapa pejabat ketika memberikan keterangan kepada media di Kantor Pusat Pemerintahan, Jumat (3/4) kemarin.

“Melihat perkembangan Covid-19 di Mimika, maka pemerintah menetapkan perpanjangan pembatasan sosial sampai 23 April 2020 dengan meminta persetujuan pemerintah pusat melalui BNPB. Mulai hari ini (kemarin) berlaku,” katanya.

Namun ia menegaskan bahwa pembatasan sosial ini tidak masuk dalam kategori lockdown. Hanya pembatasan termasuk penerbangan, dimana yang dibatasi hanya penerbangan penumpang umum dari luar Papua maupun kabupaten lain, termasuk juga antar distrik di Mimika.

Itu dilakukan mengingat Bandara Mozes Kilangin kata Bupati Omaleng, merupakan salah satu bandara di Papua dengan mobilitas penumpang sangat tinggi, sehari bisa mencapai 1.000 penumpang. Sehingga Pemda Mimika berdasarkan kesepakatan Gubernur bersama Bupati dan Walikota, membatasi penerbangan penumpang.

Layanan cargo termasuk distribusi logistic kebutuhan barang di Mimika, dipastikannya juga tetap berjalan, termasuk distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). “Jadi kriteria yang kita buat itu tidak termasuk dalam lockdown. Itu perlu masyarakat pahami dan seluruh Indonesia pahami. Jadi kita hanya batasi penumpang umum dari Jakarta, Makassar dan kota di Papua yang masuk di Timika dibatasi,” terangnya.

Pemda bahkan memberi kesempatan kepada maskapai Garuda Indonesia untuk melayani cargo, tapi tetap dibatasi. Bahkan dengan kesempatan ini maka warga Mimika yang masih berada di luar kota bisa kembali. Begitu juga dengan warga yang ingin pulang, misalnya ke Jakarta atau daerah lain karena tertunda perjalanan karena penerbangan dihentikan kini bisa memanfaatkan. Tapi penerbangan tidak dilakukan setiap hari, disesuaikan dengan kebutuhan logistik pengiriman alat kesehatan.

“Bukan tiap hari, hanya hari tertentu, mungkin dalam seminggu satu kali. Kalau barang banyak ya bisa dua kali. Penumpang boleh tapi dibatasi, hanya penduduk Mimika. Yang penting tetap dipantau di bandara. Mereka yang datang nanti tetap kita akan isolasi di rumah atau tempat yang kami siapkan untuk karantina selama 14 hari,” paparnya.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM menambahkan, masyarakat tidak usah panik karena aktivitas tetap berjalan hanya dibatasi. Pemerintah sudah menyiapkan langkah penanganan bagi yang terdampak khususnya mama-mama Papua, dimana pemerintah membeli barang dagangan kemudian menjualnya kembali. Itu sekaligus cara pemerintah menekan harga. Termasuk mendirikan posko penjualan komoditi tertentu, seperti teluar ayam dengan harga normal.

Pj Sekda Mimika, Drs Marthen Paiding, MMT menambahkan, pembatasan sosial berlaku untuk semua. Pembatasan sosial masih sama, yakni dibatasinya aktivitas hanya dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang. Namun ada poin penambahan pada instruksi terbaru, yakni pembatasan operasional bagi ojek online maupun konvensional serta angkutan umum dan mobil rental.

“Yang baru dalam instruksi ini yang harus dihentikan adalah ojek online, konvensional maupun angkutan umum termasuk rental. Dia hanya beroperasi dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang. Sehingga masyarakat tidak lalu lalang dalam rangka kita mengeliminir perkembangan virus yang saat ini sudah banyak kasus yang kita temukan,” jelas Pj Sekda.

Bupati Omaleng kembali menegaskan, bahwa masa pembatasan sosial ini mengikuti perkembangan kondisi Covid-19 di Mimika. Jika beberapa kasus yang sedang ditangani ini bisa diselesaikan dan tidak ada kasus baru, maka secara perlahan akses mulai dibuka dan aktivitas kembali normal. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *