oleh

Sekolah Diminta Tunda Penarikan SPP

TIMIKA – Di tengah kewaspadaan masyarakat akan Covid-19, sekolah-sekolah diharapkan tidak menarik iuran kepada orang tua siswa (SPP). Dengan pembatasan waktu operasional perekonomian dan aktifitas di luar rumah guna menghentikan penyebaran Covid-19, masyarakat sebagian besar tidak lagi mendapatkan penghasilan yang cukup.

Melihat hal inilah, sekolah-sekolah khususnya sekolah swasta dan yayasan diharapkan menunda penarikan SPP karena di tengah situasi seperti saat ini, tentu saja para orang tua tidak mendapatkan pemasukan seperti pada bulan-bulan biasanya.

Jika ada orang tua yang merasa keberatan karena adanya penarikan SPP oleh sekolah, sebut Jeni pihaknya siap melakukan koordinasi langsung dengan sekolah yang bersangkutan.

“Kalau memang orang tua tidak bisa bayar (SPP) tidak usah dulu, kita yang akan bicara dengan sekolah,” ujarnya.

Penundaan penarikan SPP ini sebut Jeni, dikarenakan hampir satu bulan sejak diberlakukanya work from home, study from home dan pray for home, tidak ada aktifitas belajar dan mengajar langsung di sekolah. Walaupun sekolah-sekolah swasta maupun yayasan masih melakukan kegiatan pembelajaran lewat sistim online, namun diharapkan tetap ada kebijakan dari sekolah agar tidak dulu menarik SPP.

Selain tidak adanya pembelajaran di sekolah, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta sudah mendapatkan “suntikan” dana baik BOS maupun BOPDA dari pemerintah.

“Ekonomi kan lagi susah, tidak usah bayar dulu, yang penting dilaporkan ke kita, nanti kita yang mediasi antara sekolah dan orang tua,” ujarnya.

Lanjut Jeni, selama libur di rumah yang hampir sebulan berlangsung ini, alasan sekolah dalam penarikan SPP adalah untuk membayar guru ini diharapkan tidak menjadikan sekolah membebani orang tua siswa. Guru yang hanya mengajar lewat online kata Jeni, harus mengerti juga dengan kondisi orang tua saat ini. Dimana, sekolah tentu saja sudah mempunyai dana cadangan dari bantuan pemerintah untuk membayar gaji guru-guru mereka.

Setelah mendapatkan bantuan dana dari pemerintah seperti pada sekolah-sekolah swasta, dinas lanjut Jeni, juga berhak mempertanyakan dana tersebut digunakan untuk apa saja. Dana ini sendiri bisa digunakan untuk pembayaran guru pada saat paling mendesak seperti di tengah situasi saat ini.

“Kita juga bisa menanyakan uang kita, karena kita kan kasih sumbangan ke swasta, kenapa sekarang dia (sekolah) tidak berpihak kepada masyarakat, uang yang dikasih dari pusat dan daerah itu untuk membantu meringankan beban orang tua, kenapa orang tua mau bayar full di dalam situasi seperti saat ini,” ungkap Jeni.

Ditambahkannya, jika sekolah beralasan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah baik BOS maupun BOPDA sehingga tidak mempunyai cadangan guna membayar gaji guru, maka orang tua yang merasa keberatan dengan kebijakan sekolah, diharapkan dapat langsung melaporkan hal ini kepada dinas untuk selanjutnya ditindaklanjuti.

Adanya keprihatinan sekolah yang masih menarik SPP di tengah situasi seperti saat ini juga diungkapkan oleh Politisi PDIP, Yohanis Felix Helyanan atau yang akrab disapa Jhon Tie kepada Radar Timika mengatakan, di tengah situasi seperti saat ini sebaiknya sekolah tidak menambah beban orang tua.

“Di tengah situasi seperti saat ini, seharusnya sekolah tidak boleh membebani orang tua dengan segala kewajiban seperti waktu biasanya, uang SPP, uang buku, janganlah di saat-saat susah seperti saat ini menyulitkan orang tua siswa,” jelas Jhon Tie.

Para orang tua yang tadinya mempunyai pengasilan tambahan di luar rumah, sudah tidak bisa lagi bekerja karena adanya pembatasan waktu di luar rumah. Untuk itulah, Jhon Tie berharap agar sekolah dapat mengerti keadaan seperti saat ini.

“Kepada sekolah jangan hanya mencari keuntungan, jangan memaksa orang tua untuk membayar SPP, semua akan baik setelah hal ini berlalu,” ujarnya.

Ditambahkannya, walaupun pembelajaran saat ini dilakukan dengan sarana online, namun orang tua tetap membeli paket data dan membayar wifi. Untuk hal inilah, sekolah harus mengambil kebijakan agar tidak membebani orang tua.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *