oleh

GKI Dukung Keputusan Bupati Perpanjang Pembatasan Sosial

TIMIKA- Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Mimika sangat mendukung keputusan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH memperpanjang masa pembatasan sosial sampai tanggal 23 April 2020, yang sebelumnya sampai 9 April 2020 atau 14 hari terhitung sejak 26 Maret 2020. Hal ini diungkapkan Ketua Klasis GKI Mimika, Pdt Lewi Sawor kepada Radar Timika, Sabtu (4/4).

Menurutnya, perpanjangan pembatasan sosial ini diambil pemerintah karena alasan kemanusiaan, mengingat saat ini wabah COVID-19 sudah sangat meresahkan masyarakat Mimika. Apalagi setelah ada pasien positif COVID-19 yang meninggal. Sehingga ia sebagai pemimpin gereja GKI di Mimik,a yang memiliki sekitar 26.000 anggota jemaat sangat setuju dengan keputusan tersebut.

Keputusan ini menurutnya, juga harus disambut dengan baik dan positif oleh semua masyarakat Mimika, dengan terus melakukan aturan yang sudah dianjurkan pemerintah. Yakni tetap di rumah saja dan keluar rumah, jika ada hal yang mendesak serta menutup toko atau usaha lainnya tepat jam 2 siang.

“Keputusan ini untuk kebaikan kita semua. Jadi saya sangat mendukung itu dan saya juga meminta kepada semua masyarakat, untuk mendukung pemerintah kita untuk bekerja dan berusaha, menyelesaikan penyebaran virus corona di Kabupaten Mimika kita ini,” katanya.

Meski demikian, ia tetap meminta agar pemerintah bisa memberi jaminan dari sisi ekonomi, dengan tetap memastikan ketersediaan bahan pokok khususnya beras, dan harga selama masa pembatasan sosial tersebut berlangsung, agar masyarakat tidak sulit memenuhi kebutuhan hidup setiap hari.

Namun Pdt Lewi menegaskan, sangat nyesalkan pernyataan Presiden Jokowi yang meminta semua daerah termasuk Papua dan Mimika khususnya membuka kembali akses. Menurutnya, seharusnya Presiden mendukung keputusan tersebut. Bukan justru melarangnya.

“Ini sangat disayangkan sekali. Sangat sedih kita harus mendengarkan statment lagi jika ada dari provinsi atau daerah, yang melakukan karantina atau pembatasan seperti yang kita lakukan, maka akan dihukum atau dipenjarakan. Di sini kita semua berjuang melawan virus, tapi Presiden kenapa mengeluarkan statement itu. Bagi saya itu sangat tidak bijak,” jelasnya.  (ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *