oleh

Gugus Tugas Akan Tes Massal Covid-19

TIMIKA – Sebagai cara deteksi penyebaran Covid-19 di Mimika, Pemerintah Daerah melalui Gugus Tugas yang sudah dibentuk, berencana melakukan tes masal menggunakan rapid test. Itu diungkapkan Juru Bicara Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra saat jumpa pers melalui videoconference, Sabtu (4/4) lalu.

Reynold mengatakan, sampai Jumat (3/4) lalu setidaknya sudah ada 38 orang yang sudah rapid test dengan klasifikasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG). Rencananya, rapid test akan dilakukan secara massal tapi dengan kriteria.

Prinisp rapid test dijelaskan Reynold, adalah tes cepat untuk mendeteksi antibodi. Jika ada temuan positif maka itu merupakan pintu masuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu PCR. Yang negatif pun belum tentu negatif. “Mereka yang negatif tapi punya riwayat kontak dengan pasien positif sebenarnya sumber penular bagi orang yang sehat,” katanya.

Makanya orang yang sudah rapid test meskipun hasilnya negatif tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. Menjaga perilaku hidup sehat. Supaya di masa inkubasi 14 hari ditambah 5 hari terus dipantau, hingga dipastikan tidak adanya tanda dan gejala.

Gugus tugas lanjut Reynold, berencana melakukan tes massal. Diharapkan dalam waktu dekat jika reagen yang sudah dipesan sudah tiba, maka selain PDP dan OTG, masyarakat yang juga ingin melakukan rapid test bisa dilayani.

Rapid test kata dia menjadi salah satu cara untuk memastikan Covid-19 kapan berhenti. Juga menjadi gambaran status kesehatan masyarakat di tengah Covid-19. Siapa yang terinfeksi dan siapa yang tidak. Dari berapa yang beresiko menjadi acuan bagi gugus tugas untuk mengambil langkah penanggulangan penularan dan penyebaran Covid-19 di Mimika.

Meski akan dilakukan secara massal, tapi yang akan didahulukan untuk rapid test adalah orang yang kontak erat dengan pasien positif. Semua dites baik PDP maupun ODP, juga warga yang baru datang dari wilayah tertular. Seperti yang dilakukan untuk sekitar 30 orang warga Mapurujaya yang pernah kontak dengan salah seorang pasien positif Corona.

Mimika baru mendapat alokasi 340 alat rapid test. Dinkes sudah menggunakan 38 buah. RSUD Mimika juga menggunakan rapid test untuk deteksi awal. Sehingga tes massal akan disesuaikan dengan pasokan alat. “Kami akan buat kriteria, tapi bukan membatasi. Ini karena keterbatasan rapid test atau test cepat,” terangnya.

Rapid test dipastikan gratis. Tapi diawali dengan skrining lewat wawancara. Apakah warga mengalami gejala klinis seperti batuk dalam 14 hari terakhir dan faktor risiko. Jika tidak ada tanda gejala dan faktor risiko maka tidak dites. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *