oleh

Ratusan Kontak Klaster Lembang Sudah Di-tracing

TIMIKA – Kasus Covid-19 di Mimika dipastikan terkait dengan klaster Lembang yang menjadi salah satu pusat penularan Covid-19. Sehingga, Gugus Tugas melalui tim penyelidikan epidemiologi terus melakukan pencarian kontak. Bahkan gugus tugas sudah meminta warga yang pernah menghadiri pemakaman salah seorang peserta kegiatan Lembang untuk melakukan pemeriksaan.

Sampai Sabtu (5/4) lalu seperti yang diungkapkan Juru Bicara Covid-19, Reynold Ubra bahwa sekitar 150 orang sudah melapor dan memeriksakan status kesehatan di fasilitas kesehatan. Sekitar 60 orang melakukan konsultasi melalui call center 119.

Reynold Ubra memastikan, jumlah ini akan terus berkembang karena banyak Orang Tanpa Gejala (OTG). Namun dari hasil tracing pada Sabtu (4/4) lalu, ada seitar 57 orang dan dua diantaranya dikategorikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Masih ada kemungkinan berkembang karena banyak OTG. Ini jadi catatan penting bagi kami karena punya riwayat kontak dengan pasien yang dinyatakan positif, tapi tidak menunjukkan gejala dan riwayat apapun. Mungkin karena imunitas baik dan tidak punya riwayat penyakit tidak menular, tapi ini tetap dalam pemantauan kami,” terangnya.

Meski penularan virus corona di Timika bersumber dari salah seorang peserta kepada beberapa pasien yang kini positif, tapi Reynold belum menyatakan ini sebagai transmisi lokal, karena harus disesuaikan dengan epicentrum. Sehingga kasus yang terjadi di Timika masih dikategorikan import case dari wilayah lain dalam hal ini Lembang dan juga Jakarta.

Gugus tugas juga melakukan tracing contact pasien 03 yang sudah meninggal dan berkaitan dengan klaster Lembang. Dari pasien 03 ini, setidaknya ada sekitar 36 kontak. Begitu juga dengan kontak pasien 01 dan 02, meskipun jumlahnya diperkirakan tidak sebanyak pasien 03.

Meskipun pasien 03 bekerja di Tembagapura, namun tracing contact lebih banyak dilakukan di Timika. Pasalnya ketika kembali bekerja, langsung diskrining dan dinyatakan sakit. “Waktu tiba langsung diisolasi di RS Tembagapura dan kemudian kontak dari pasien yang dirawat yang punya hubungan dengan kasus di Timika nomor kontak personnya,” tutur Reynold. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *