Beranda Headline

Kasus Corona di Mimika Diprediksi Meningkat

Efek Banyaknya Warga yang Masih ‘Santai’

BAGIKAN
ILUSTRASI - Aktivitas warga di Pasar Sentral Timika pada Senin (6/4) kemarin.(Santise patabang/radar timika)

“Mimika hebat jika masyarakat ada di dalam rumah, kemudian berikan kesempatan dua minggu depan supaya kita bisa kendalikan satu klaster saja, jangan sampai ada klaster lain,” tandas Reynold.


TIMIKA – Meski belum disimpulkan bahwa wabah Covid-19 di Mimika sudah masuk kategori transmisi lokal, namun diperkirakan kasus akan terus meningkat. Apalagi melihat banyaknya aktivitas warga yang masih normal alias terlihat ‘santai’ dengan menjalani rutinitas keseharian seolah tanpa merasa khawatir terpapar Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada media, Senin (6/4) mengungkapkan sebaran kasus di beberapa distrik. Dimulai dari Distrik Kuala Kencana dengan satu kasus positif. Distrik Mimika Baru dengan 7 kasus positif. Kemudian Distrik Mimika Timur yang sudah ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Distrik Tembagapura, sebab RS Tembagapura menemukan dan merawat pasien positif covid-19 maupun PDP yang sedang menunggu hasil.

Melihat data Senin (6/4) yang secara statistik terus meningkat, baik PDP, Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) maka menurut Reynold ini menjadi alert bagi Mimika untuk waspada. Kurva semakin meningkat sejak 2 April.

Diprediksi, minggu depan kasus akan tetap tinggi. Bahkan jumlah OTG yang sampai kemarin jumlahnya 124 bisa bertambah empat kali lipat. Itupun yang ketahuan baru 124, dan kemungkinan besar ada 500 yang belum terdata. “Jadi artinya minggu depan jauh berbahaya. Jumlah orang yang diisolasi akan meningkat di minggu depan, tapi mereka ini ada di rumah sakit, di shelter,” ujar Reynold.

Fenomena itu lanjut Reynold pasti terjadi melihat aktivitas kota Timika yang berjalan seperti biasa. Maka Kota Timika akan diisi oleh orang-orang tanpa gejala dan itu menjadi masalah serius buat masyarakat. Tapi tim terus melakukan tracing kontak, menemukan kasus, melakukan upaya isolasi untuk mengungkap kasus yang tersembunyi atau hidden case.

Kasus baru diprediksi akan muncul satu per satu dalam minggu ini hingga minggu depan. Saat ini yang mulai bermunculan adalah klaster Lembang, sehingga menjadi perhatian utama tim. Diharapkan tidak ada klaster lain yang muncul. Hanya saja penyebaran klaster Lembang sudah sampai di Distrik Mimika Timur, sehingga menjadi sinyal atau alert, tanda bahwa virus sudah ada sampai di pinggiran. Makanya Pemda Mimika sudah melakukan isolasi wilayah Distrik Mimika Timur.

Bupati dikatakan Reynold juga meminta agar tim gugus berkoordinasi dengan RS Tembagapura untuk tata laksana kasus, termasuk memastikan tracing kontak di area Tembagapura. Kemudian harus lapor rutin ke tim gugus tugas, terutama karyawan yang masuk dan keluar. Bagaimana kondisi karyawan yang diisolasi, termasuk isolasi mandiri.

Melihat fenomena ini, maka Pemda Mimika dalam hal ini Bupati menegaskan agar dilakukan pengawasan ketat disertai sanksi dalam penerapan pembatasan sosial. Sebab pembatasan sosial yang dilakukan sejatinya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tapi faktanya aktivitas masih tetap normal. Toko bangunan masih buka, ojek masih beroperasi, penjualan pakaian dan aktivitas yang tidak berkaitan dengan pemenuhan sembako masih berjalan seperti biasa.

‘Penyakit’ ini berpindah ke satu orang ke orang lain itu karena pergerakan manusia, penduduk. Jika aktivitas kota jalan seperti ini saya mau ingatkan lagi, mereka yang pernah kontak dengan pasien yang sudah dinyatakan positif, jumlahnya makin bertambah. Sampai hari ini jumlahnya sudah 124 orang dan tersebar dimana-mana yang juga mereka tidak disiplin. Ditambah masyarakat yang tidak disiplin maka membuat virus corona tidak akan selesai,” terang Reynold.

Untuk itu Bupati meminta Satpol PP, TNI dan Polri membentuk tim untuk memberlakukan sanksi bisa perlu menertibkan pedagang yang tidak ada hubungannya dengan sembako. Seperti toko bangunan, toko elektronik, toko pakaian dan pedagang kaki lima lainnya. Sudah diperintahkan untuk ditertibkan karena melanggar social distancing yang dianjurkan pemerintah.

Garda terdepan dalam pengendalian Covid-19 kembali ditegaskan Reynold bukan pemerintah atau rumah sakit, tapi masyarakat. Kunci keberhasilan ada di masyarakat. “Mimika hebat jika masyarakat ada di dalam rumah, kemudian berikan kesempatan dua minggu depan supaya kita bisa kendalikan satu klaster saja, jangan sampai ada klaster lain,” tandas Reynold.

Pandemi ini sudah memberikan dampak ekonomi. Pemerintah kata Reynold  menjamin ketersediaan sembako. Bahkan untuk masyarakat yang terdampak termasuk yang isolasi wilayah, pemerintah mendistribusikan sembako. Pemda Mimika juga sedang mengusulkan bantuan lain dari pemerintah pusat. (sun)