Beranda Metro Timika

Polisi Masih Lidik Pelaku Dua Kasus Penganiayaan Berat

Di Irigasi dan di Jalan Yos Sudarso

BAGIKAN
Iptu Andi Suhidin, SH

TIMIKA- Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, terhadap siapa itu pelaku kasus penganiayaan yang terjadi Sabtu (4/4), lalu di Jalan Yos Sudarso yang mengakibatkan korban Kiles M meninggal dunia.

Dan kasus penganiayaan yang terjadi Minggu (5/4) lalu di Jalan Hanasuddin, Irigasi ujung, yang mengakibatkan korban H Hairil Lenang (60), meninggal dunia dan anak perempuannya bernama Haryati Hairil (36), mengalami luka panah pada bagian bokong.

“Kami masih lakukan penyelidikan terhadap siapa saja pelaku untuk dua kasus itu. Dan anggota saat ini sementara menyebar di lapangan untuk cari para pelaku,”kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Burhanuddin Hanafi, SH SIK melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Mimika, Iptu Andi Suhidin, SH yang dikonfirmasi Radar Timika, Senin (6/4) kemarin.

Iptu Andi mengungkapkan, untuk pengungkapan kasus 2 penganaiayaan tersebut, maka pihaknya juga sudah memeriksa sejumlah saksi guna keperluan penyelidikan kasus yang mengakibatkan 2 korban meninggal dunia.

“Yang penganiayaan di Yos Sudarso itu kita sudah periksa 3 saksi. Kalau yang di Irigasi juga ada 3 saksi lagi. Tapi untuk cocokkan keterangan para saksi itu, sudah banyak yang kita interogasi”ungkapnya.

Selain itu juga KBO Satreskrim Polres Mimika itu juga mengatakan, pihaknya juga sejauh ini masih melakukan pendalaman apakah ada kaitan antara kasus penganiayaan terhadap korban Kiles M, dan kasus penganiayaan terhadap korban H Hairil Lenang beserta Haryati Hairil.

“Belum bisa kita pastikan, makanya itu yang masih kita dalami lagi apa ada kaitannya atau tidak. Yang jelas kami harapkan pihak keluarga agar tetap mempercayakan kepada pihak kepolisian. Karena saat ini kami sementara bekerja untuk lakukan pengungkapan para pelaku,”ujar Iptu Andi.

Untuk diketahui bahwa korban Kiles M yang merupakan seorang pelajar kelas XI, salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Timika, Sabtu (4/4) sekitar pukul 19.00 WIT, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan Orang Tidak Dikenal (OTK) di Jalan Yos Sudarso, tepatnya didepan SMP Negeri 7 Timika.

Di mana kronologis kejadian bermula saat korban bersama salah satu kerabatnya mengendarai sepeda motor dari arah Timika Mall menuju ke lokasi, dengan tujuan hendak mengambil kucing.

Kemudian saat itu ada yang melempar korban dengan kerabatnya itu, gunakan batu dan hampir mengenai korban. Karena tidak terima, korban lalu putar balik sepeda motor untuk menghampiri sekelompok orang yang sekitar 10 orang lebih, dengan maksud hendak bertanya siapa yang melempari mereka. Akan tetapi saat itu korban dan kerabatnya langsung dikeroyok.

Karena ketakutan, kerabatnya lari untuk menyelamatkan diri sementara korban sendiri dikeroyok dan meninggal dunia, akibat mengalami luka tusuk senjata tajam pada bagian perut sebelah kanan.

Sementara untuk kasus penganiayaan terhadap almarhum H Hairil Lenang dan anaknya, Haryati Hairil terjadi Minggu (5/4) sekitar pukul 14.27 WIT.

Akibat penganiayaan yang dilakukan OTK, mengakibatkan korban H Hairil Lenang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara anak perempuannya yakni Hayati, terpaksa harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Mimika, akibat mengalami luka panah pada bagian bokong.

Di mana kronologis bermula saat kedua korban bersama H Saong yang merupakan istri dari almarhum H Hairil Lenang, ke kebun mereka dengan tujuan hendak mengambil kayu api. Namun saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), secara tiba-tiba para korban diserang oleh sekelompok OTK yang diduga lebih dari 10 orang.

Selanjutnya polisi dan kerabat dari para korban yang mendapatkan informasi tersebut, langsung menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah H Hairil Lenang bersama anak perempuannya yang mengalami luka ke RSUD Mimika. (tns)